Figur Pegiat Tahsin

Minggu, 17 Maret 2019 | 22.43.00


”Bagi seorang muslim, Alquran bukan hanya dipajang sebagai hiasan. Tetapi Alquran harus di baca. Meskipun kita belum mampu menterjemahkannya, membaca Al-quran,  memiliki banyak akan manfaatnya. Banyak dalil Alquran dan Hadis Nabi menganjurkan membaca Alquran,” ujar Jatmiko, Guru Tahsin Bapak-bapak, Ahad, (17/3/2019)

Menurut Jatmiko yang juga Wakil Kepala Sekolah bidang Humas SD Muhammadiyah 1 Ketelan Solo, Gerakan ini penting sekali dicanangkan, guna meminimalisir seorang muslim yang tidak pandai baca-tulis Al-Qur'an, karena sebagai umat muslim sudah selayaknya setiap pribadi mampu membaca kitab suci umat islam itu, dan berprilaku sesuai tuntutan ajaran islam.

Meski sudah berusia lanjut, tapi tak terlihat rasa malu dan canggung. Mbah Slamet, salah satu peserta, mengungkapkan kesannya selama belajar.

“Aku geton, kok lage sadar gelem blajar moco Alquran. Kok ora biyen-biyen (Saya menyesal baru belajar membaca Alquran. Kok tidak dulu-dulu),” tutur Slamet berusia 76 tahun ini.

Ungkapan senada juga disampaikan oleh lima peserta yang lain. ”Ketika masih ada waktu dan kesempatan, ada waktu untuk bekal mati,” ungkap Suyadi, yang juga ikut jadi peserta.

Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Copyright © 2014. SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta - All Rights Reserved
Kembali ke Atas