Unggul Dalam Prestasi dilandasi Akhlaqul Karimah Sehat Bersih Hijau dan Lestari | Kepala Sekolah Sri Sayekti, S.Pd., M.Pd |Wakil Kepala sekolah bidang : Kurikulum SW. Winarsi, S.Ag., S.Pd Kesiswaan Imam Priyanto, S.Pd SarPras Sahudi, S.Pd Al Islam Kemuh Ahmad Syaifuddin, S.Pd.I Humas Dwi Jatmiko, S.Pd.I

Total Tayangan Halaman

Artikel Terbaru

SDM 1 Ketelan Jadi Sekolah Rujukan Tingkat SD

Minggu, 16 September 2018 | 00.00.00


Solo, Jawa Tengah,- SD Muhammadiyah 1 Ketelan yang beralamat di Jalan Kartini Surakarta jelang Resepsi Milad ke-83 tahun terpilih menjadi salah satu Sekolah Dasar Rujukan Berbasis Sekolah Swasta oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Melalui surat nomor 1634/D2/TU/2018 tertanggal 12 September 2018 oleh Direktur Pembinaan Sekolah Dasar, Ditjen Dikdasmen, Kemdikbud dirinya bertekad dan bergembira hati terus berupaya secara maksimal, optimal, terarah dan terukur untuk meningkatkan pelayanan dan kualitas sekolah termasuk Sumber Daya Manusia (SDM) nya.

“Semoga dengan terpilihnya SD Muh 1 menjadi SDRS semakin meningkatkan semangat kita untuk memberikan pelayanan yang terbaik bagi siswa-siswi, sekolah dan masyarakat,” kata Sayekti, yang akrab disapa Bu Yekti, Ahad (16/9/2018)

Sekolah rujukan, diproyeksikan membina sekolah di sekitarnya, bagaimana pembelajaran dan perpustakaan yang baik, menyiapkan materi pembelajaran dan mendorong terciptanya perpustakaan digital, optimalisasi sudut baca, kantin sehat yang pernah diresmikan Drs. A. Dahlan Rais, M.Hum, Ketua PP Muhammadiyah, 7 September 2014, UKS Modern, Bank Sampah, Radio Streaming Radio Pendidikan “Solo Belajar”,  Eksrakurikuler berbasis budaya, Badan Usaha Milik Sekolah (BUMS) dan lain sebagainya.

Diharapkan, dengan adanya Sekolah Rujukan mampu mengurangi kesenjangan pendidikan dan terjadi pemerataan pendidikan.

“Semoga penghargaan ini memberikan manfaat bagi kemajuan sekolah dan kita dapat berkontribusi dengan memberi manfaat bagi pengembangan sekolah-sekolah yang lain. Selamat berjuang dan tetap semangat,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Penilaian Kurikulum Direktorat PSD, DR Susanti Sufyadi MA, ketika dihubungi melalui WhatsApp yang pernah menjadi narasumber Seminar Pendidikan Karakter dalam rangka resepsi milad ke-82 tahun, Sabtu, (23/9/2017) mengatakan semoga dengan terpilihnya SD Muh 1, semakin banyak praktik baik yang bisa diimbaskan ke SD lainnya.

“Saya berharap makin banyak sekolah yang seperti Muhammadiyah Ketelan, terima kasih kepada semua jajaran SD Muhammadiyah 1 Ketelan yang sudah banyak berkontribusi untuk kemajuan pendidikan, semoga ke depan bisa lebih besar manfaatnya,”ujarnya.

Dalam rangka peningkatan mutu pendidikan ditingkat sekolah dasar. Sub Direktorat Kurikulum akan menggelar Semiloka bagi ibu bapak kepala sekolah.

Salah satu wakil kepala sekolah bidang Humas, Jatmiko, menyatakan sangat mendukung SD Muhammadiyah 1 Ketelan sebagai sekolah rujukan karena telah memenuhi kriteria diantaranya menerapkan kurikulum 2013, memiliki ruangan atau lahan yang cukup, tidak ada sistem pembelajaran yang double shift dan Sumber Daya Insani yang memadai. Hal tersebut tercermin dari penggunaan kurikulum 2013 dan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dalam proses pembelajaran bagi anak bangsa kekinian yang berkemajuan dan berkeadaban.

“Rabu-Sabtu, 19-22 September 2018 Kepala SD rujukan akan mengikuti Semiloka di Hotel Sahid Jaya Solo Jl. Gajah Mada No. 82 Ketelan, Banjarsari, Tahun 2016 lalu, sekolah ini diresmikan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy sebagai sekolah aman dan menyenangkan, terpilih sebagai juara I Lomba Sekolah Sehat (LSS) tingkat Kota Surakarta 2018 dan menerima penghargaan predikat sekolah Adiwiyata tahun 2018, pemenuhan 8 standar nasional pendidikan dan 1 standar al Islam Kemuhammadiyahan, Senin, 3 September 2018 menjadi tuan rumah seminar pendidikan Pemanfaatan Portal Rumah Belajar untuk pembelajaran Abad 21 Sebagai Penguatan Pendidikan Karakter dengan nara sumber Faozan Amar, S.Ag. M.M., Tim Implmentasi PPK Kemendikbud dan Yan Setiawan Fungsional Pengembang Teknologi Pembelajaran Pustekkom,” kata lelaki yang suka membaca buku bahasa Arab.

Humas Jatmiko.





SD Muh 1 Ketelan Terima Bantuan DLH Surakarta

Rabu, 05 September 2018 | 13.36.00



sdmuh1solo.com,- Sekolah Pendidikan Karakter Berbasis TIK dan Budaya SD Muhammadiyah 1 Ketelan tahun ini menerima 4 bantuan Program Sekolah Adiwiyata dari Dinas Lingkungan Hidup Jl. Menteri Supeno No. 10 Kota Surakarta untuk mendukung sekolah adiwiyata.

4 bantuan tersebut berupa 1 Bibit Jambu Tanaman Penghijauan, 1 Tong Komposter,  1 Alat Bor Biopori, dan 1 Tong Pemilahan Sampah.  An. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Surakarta Bidang Penataan Hukum dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Kasie Peningkatan Kapasitas Lingkungan Bany, SE., MM mengatakan semoga dengan ditetapkan sekolah adiwiyata tingkat Kota Surakarta. Penghargaan Sekolah Adiwiyata sesuai keputusan Walikota Nomor : 660/26.8 Tahun 2018 diserahkan Senin, 3 September 2018 untuk bisa memotivasi warga sekolah.


"Diharapkan untuk tahun 2018 sekolah adiwiyata (sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan hidup) bisa menjadi motor penggerak masyarakat yang peduli dengan sampah, mulai tahun 2018 akan diberdayakan bank-bank sampah melalui bank sampah di sekolaha, diharapkan pula peran serta dari Bank Sampah Induk “Solo Berseri” untuk menjadi salah satu jembatan kepada sekolah-sekolah yang mempunyai bank sampah,"ujarnya setelah penyerahan, Rabu (4/8/2018).


Ditambahkan, Bank Sampah telah diresmikan Wakil Walikota Dr. H. Achmad Purnomo,  Minggu (22/7/2018) bertempat di Taman Balekambang pada Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun 2018.

8 Rangkaian menuju sekolah adiwiyata di antaranya sosialisasi, kunjungan lapangan, pembinaan/visitasi lapangan, penetapan, penyerahan hadiah, bantuan sarana dan prasarana, anjangsana, evaluasi dan persiapan menuju provinsi.

“Seklah Adiwiyata diharapkan membantu pemerintah dalam rangka mewujudkan lingkungan yang bersih dan hijau,” imbuhnya.


Sementara itu, Wakil kepala sekolah Bidang Humas SD Muhammadiyah 1 Ketelan mengatakan Perilaku membuang sampah alangkah indahnya harus di edukasi secara benar, sejak dini.

Dan menjadi bagian manajemen satu atap  serta pembelajaran bagi elemen sekolah khususnya peserta didik dalam rangka mendorong dan memberikan motivasi guna meningkatkan peran aktif warga sekolah untuk mewujudkan sekolah adiwiyata.

“Membuang sampah tidak sekadar pada tong sampah, melainkan perlu memahami mana tempat sampah organik, nonorganik dan diharapkan pula melek Literasi baca tulis, Literasi berhitung, Literasi sains, Literasi teknologi informasi dan komunikasi, Literasi finansial, Literasi budaya dan kewarganegaraan, yang muaranya meneguhkan dan menguatkan pendidikan karakter bagi anak bangsa di era kekinian “ harapnya.

Humas Jatmiko.


Gamelan SDM 1 Ketelan Surakarta Siap Tampil di IGF 2018

Minggu, 29 Juli 2018 | 09.32.00


Solo, Jawa Tengah,- Gamelan Sekolah Pendidikan Karakter Berbasis TIK SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakartan Siap tampil Festival Gamelan Internasional (IGF) di kota Solo pada 9 Agustus 2018.

Gamelan telah ada dan menjadi bagian kehidupan sehari-hari masyarakat Jawa lebih dari seribu tahun lalu, diwariskan dari generasi ke generasi dan menunjukkan daya hidup melampui daya hidup negeri di mana ia berada.

“Saya didampingi Wakil Kepala Sekolah bidang Sarpras Sahudi, S.Pd., menyambut kedatangan Panitia IGF. Panitia menyampaikan bahwa untuk menyambut Soft Opening IGF tim Karawitan SD Muhammadiyah 1 Ketelan diberi kesempatan untuk Performance Art diacara tersebut, Kami mewakili lembaga mengucapkan terima kasih atas amanah dan kepercayaannya,” kata Agung Sudarwanto sebagai anggota Persatuan Pedalangan Indonesia (Pepadi) dan sehari-hari mengasuh Eksrakurikuler Karawitan. Sabtu, 28 Juli 2018

Disela-sela kesibukan menata persiapan pembelajaran, hati terkejut ketika menerima kehadiran salah satu Panitia Penyelenggara IGF. Tamu diterima di kantor Tata Usaha Sekolah.

Kumandang Festival gamelan berskala Internasional di helat di Solo sebagai salah satu lokus asal terpenting, diharapkan menjadi arena mudik bagi kelompok-kelompok gamelan diaspora di berbagai pelosok Nusantara, dunia dan dalam berbagai disiplin seni sebagai peristiwa mudik.

“Dengan adanya IGF diharapkan mampu memberikan ruang dan waktu bagi pelajar dan ataupun seniman untuk selalu mengekspresikan ide, gagasan, kreatifitasnya untuk mengawal dan membumikan seni budaya Jawa,” Kata Ki Dalang Muda Berkemajuan Agung Sudarwanto, S.Sn., M.Sn

Menurut Agung, Kita telah diberi wewenang untuk menyajikan 3 materi pokok gendhing di antaranya “Sampak Ji-Ma, Gangsaran Raranjala, dan Lancaran Kutha Solo”.

“Menurut Saya Sampak Ji-Ma, Gangsaran Raranjala mempunyai makna semangat juang untuk selalu mengawal pelestarian budaya bagi generasi kekinian dan lancaran Kutha Solo menceritakan dan memberikan gambaran bahwa Kutha Solo merupakan kota budaya dan sebagai Tuk Sumbering Seni Budaya Jawa di antaranya Tari, Wayang, gamelan dan lain sebagainya,”pungkasnya.

Tim Karawitan SD Muhammadiyah 1 Ketelan pernah tampil di beberapa event di antaranya tampil di acara Pentas  Hari Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB), Kreassimu, Kreasso, Milad Muhammadiyah ke 105 di Pagelaran Kraton Yogyakarta pada 17 November 2017 malam, dan di hadapan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.AP dan 300 kepala sekolah terdiri dari satuan pendidikan dasar dan menengah (SD, SMP, SMA, SMK, dan SLB Negeri maupun swasta tersebar di 34 Provinsi dalam rangka pembukaan “Workshop Fasilitasi Sarana Kesenian di Satuan Pendidikan Tahun 2018”, tanggal 7 Maret 2018 di Hotel Golden Boutique, Jakarta Pusat, Indonesia serta 21 April .2018 di Pendhapi Gedhe, Balaikota Surakarta Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas).

 “Dengan momentum ini kami ingin mengoptimalkan dan mengeksplorasi potensi peserta didik  untuk menambah pengetahuan sekaligus  dan membuka ruang networking, “Internasionalisasi SDMUHI melalui Gamelan”. Apalagi, ini di hadiri 73 kelompok gamelan sekaligus syiar untuk masyarakat luas,’’ ucap Wakil Kepala Sekolah bidang Humas Jatmiko.

Humas Jatmiko.


Wow!Gamelan SDM 1 Ketelan Surakarta Siap Tampil di IGF 2018

Sabtu, 28 Juli 2018 | 14.54.00


Solo, Jawa Tengah,- Gamelan Sekolah Pendidikan Karakter Berbasis TIK SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakartan Siap tampil Festival Gamelan Internasional (IGF) di kota Solo pada 9 Agustus 2018.

Gamelan telah ada dan menjadi bagian kehidupan sehari-hari masyarakat Jawa lebih dari seribu tahun lalu, diwariskan dari generasi ke generasi dan menunjukkan daya hidup melampui daya hidup negeri di mana ia berada.

“Saya didampingi Wakil Kepala Sekolah bidang Sarpras Sahudi, S.Pd., menyambut kedatangan Panitia IGF. Panitia menyampaikan bahwa untuk menyambut Soft Opening IGF tim Karawitan SD Muhammadiyah 1 Ketelan diberi kesempatan untuk Performance Art diacara tersebut, Kami mewakili lembaga mengucapkan terima kasih atas amanah dan kepercayaannya,” kata Agung Sudarwanto sebagai anggota Persatuan Pedalangan Indonesia (Pepadi) dan sehari-hari mengasuh Eksrakurikuler Karawitan. Sabtu, 28 Juli 2018

Disela-sela kesibukan menata persiapan pembelajaran, hati terkejut ketika menerima kehadiran salah satu Panitia Penyelenggara IGF. Tamu diterima di kantor Tata Usaha Sekolah.

Kumandang Festival gamelan berskala Internasional di helat di Solo sebagai salah satu lokus asal terpenting, diharapkan menjadi arena mudik bagi kelompok-kelompok gamelan diaspora di berbagai pelosok Nusantara, dunia dan dalam berbagai disiplin seni sebagai peristiwa mudik.

“Dengan adanya IGF diharapkan mampu memberikan ruang dan waktu bagi pelajar dan ataupun seniman untuk selalu mengekspresikan ide, gagasan, kreatifitasnya untuk mengawal dan membumikan seni budaya Jawa,” Kata Ki Dalang Muda Berkemajuan Agung Sudarwanto, S.Sn., M.Sn

Menurut Agung, Kita telah diberi wewenang untuk menyajikan 3 materi pokok gendhing di antaranya “Sampak Ji-Ma, Gangsaran Raranjala, dan Lancaran Kutha Solo”.

“Menurut Saya Sampak Ji-Ma, Gangsaran Raranjala mempunyai makna semangat juang untuk selalu mengawal pelestarian budaya bagi generasi kekinian dan lancaran Kutha Solo menceritakan dan memberikan gambaran bahwa Kutha Solo merupakan kota budaya dan sebagai Tuk Sumbering Seni Budaya Jawa di antaranya Tari, Wayang, gamelan dan lain sebagainya,”pungkasnya.

Tim Karawitan SD Muhammadiyah 1 Ketelan pernah tampil di beberapa event di antaranya tampil di acara Pentas  Hari Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB), Kreassimu, Kreasso, Milad Muhammadiyah ke 105 di Pagelaran Kraton Yogyakarta pada 17 November 2017 malam, dan di hadapan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.AP dan 300 kepala sekolah terdiri dari satuan pendidikan dasar dan menengah (SD, SMP, SMA, SMK, dan SLB Negeri maupun swasta tersebar di 34 Provinsi dalam rangka pembukaan “Workshop Fasilitasi Sarana Kesenian di Satuan Pendidikan Tahun 2018”, tanggal 7 Maret 2018 di Hotel Golden Boutique, Jakarta Pusat, Indonesia serta 21 April .2018 di Pendhapi Gedhe, Balaikota Surakarta Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas).

 “Dengan momentum ini kami ingin mengoptimalkan dan mengeksplorasi potensi peserta didik  untuk menambah pengetahuan sekaligus  dan membuka ruang networking, “Internasionalisasi SDMUHI melalui Gamelan”. Apalagi, ini di hadiri 73 kelompok gamelan sekaligus syiar untuk masyarakat luas,’’ ucap Wakil Kepala Sekolah bidang Humas Jatmiko.

Humas Jatmiko.


Tujuh Target Pendidikan Ismuba SDM 1 Ketelan Surakarta

Jumat, 27 Juli 2018 | 09.38.00


Solo, Jawa Tengah, - Kebutuhan Pendidikan Agama dan meletakkan elemen dasar kepribadian yang kuat terhadap anak didik sejak dini merupakan tantangan yang sangat nyata di tengah-tengah tantangan dan harapan Modernisasi ilmu Pengetahuan Teknologi Informasi dan Komputerisasi.

Pentingnya pendidikan agama tersebut yang menjadi tolak SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta, Jawa Tengah yang telah berusia 83 tahun menjadikan berilmu, beramal saleh dan berkemajuan sebagai pilar utama sekolah ini. Sekolah sangat berorientasi pada pencapaian keseimbangan dan pencerminan antara IMTAQ  dan IPTEK secara integral diberikan kepada peserta didik.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas, Jatmiko menjelaskan, pendidikan agama sedari awal menjadi program unggulan dari sekolah ini. Siswa akan mendapat pelajaran menghafal al Qur’an, bahasa Arab, dan program-program lain sebagainya seperti Sekolah Adiwiyata, Sekolah Sehat, Kantin Sehat, UKS Modern, Perpustakaan Modern, Penguatan Pendidikan Karakter (PPK), Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dengan portal Rumah Belajar Pustekkom Kemendikbud. Kendati demikian, program di luar pendidikan agama tidak abai.

“Kalau pagi itu mereka Setiap hari kepala sekolah, guru, karyawan pukul 07.00 WIB Kultum, Senin Nasionalisme, Selasa Integritas, Rabu Gotong Royong, Kamis Mandiri, Jum’at Religius, untuk anak kelas 6 Shalat Dhuha, pukul 07.30-08.05 tahfiz al Qur’an dipandu buku monitoring, The Future Generation Of Islamic School, ujar Jatmiko menggambarkan aktivitas sekolah, Jum’at, 27 Juli 2018.

Dalam penerapannya, seorang pengajar menganalisis kebiasaan dan kegemaran, kesamaan minat, rasa merasa sehingga terbangun rasa aman, nyaman dan percaya diri bagi siswa yaitu mendahului dengan murajaah (mengulang) membaca al Qur’an bersama, tebak surat, sambung ayat, Talaqqi (pembelajaran secara tatap muka antara guru dan siswa), dan demontrasi serta tes yang terarah, terukur secara kondisional.

Sedangkan target hafalan kelas 1 semester satu 9 surat, semester dua 6 surat, kelas 2 semester satu 4 surat, semester dua 4 surat,  kelas 3 semester satu 4 surat, semester dua 4 surat, kelas 4 semester satu 3 surat, semester dua 2 surat, kelas 5 semester satu 1 Surat, semester dua 1 Surat dan kelas 6 Muraja’ah juz 30. Daftar isi bukunya ada monitoring salat, hafalan, Iqra’ monitoring membaca Qur’an, dan Juz Amma.

Menurut Jatmiko, aktivitas sekolah berlangsung hingga pukul 14.00 WIB bagi kelas 1 dan 2. Sementara kelas III hingga VI pulang sehabis salat Ashar pukul 15.45. Kecuali Guru yang piket 16.15 WIB. Ia menambahkan sekolah mempunyai tujuh target pendidikan al Islam, Kemuhammadiyahan, Bahasa Arab (ISMUBA).

Ketujuh target tersebut antara lain, Siswa memiliki kemampuan membaca, memahami, dan menghafal al Qur’an dengan baik, siswa punya keteguhan aqidah Islamiyah, Kemampuan memahami dan melaksanakan ibadah sesuai tuntunan Rasulullah, penguatan pembentukan akhlak mulia, pengembangan rasa cinta kepada nabi, sebagai teladan, pengembangan rasa cinta dan ghirah bermuhammadiyah, serta kemampuan berbahasa Arab.

“diharapkan peserta didik mampu menjadi manusia Indonesia yang taat beragama dan berakhlakul karimah, menjadi insan berpengetahuan, rajin ibadah, cerdas, prodktif, kreatif, inovatif, jujur, adil, etis, berdisiplin, bertoleransi menjaga keharmonisan secara pribadi maupun sosial dan mengembangkan budaya Islami dalam komunitas sekolah sesuai Qur’an dan Sunnah,”katanya.

Namun, dalam proses pengasuhan dan mendidik, ada beberapa tantangan yang dihadapi di antaranya mereka (orang tua) sibuk, sehingga fokus dan perhatian terhadap anak masih kurang. Zaman ini disebut era digital, komunikasi bisa melalui twitter, facebook, instagram, whatsApp, handphone, televisi digital, radio digital dan lain sebagainya.

Padahal, sinergi dan kerja sama antara sekolah dengan orang tua sangat urgent untuk mempraktikkan petik praktik baik ajaran sekolah. Solusinya pihak sekolah, wali kelas selalu proaktif mengirim pesan melalui group whatsApp, buku penghubung, buku monitoring, buku Ekstrakurikuler dan ada agenda pertemuan dengan para wali murid diawal tahun.

“Sepanjang yang saya tahu, sekolah selalu berusaha yang terbaik dengan memperhatikan peningkatan kualitas guru dengan pelatihan-pelatihan, seperti kurikulum 2013, guru Pai belajar Tahsin setiap hari Sabtu di Perguruan Muhammadiyah, guru sangat vital dan sentral peranannya,” ujarnya.

Humas Jatmiko.

SDM 1 Ketelan Surakarta Kumpulkan Kecleng Senilai Rp. 34.957.400

Selasa, 24 Juli 2018 | 09.50.00


Solo, Jawa Tengah, - Sekolah Pendidikan Karakter berbasis TIK SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta berhasil mengumpulkan  ZIS melalui program Filantropis Cilik (Kencleng) senilai Rp 34.957.400 selama bulan Mei, Oktober 2017 dan Ramadhan 1439 H.

Kencleng tersebut diperoleh dari 794 peserta didik yang tersebar di 24 kelas 1 sampai kelas 6A, B,C dan D.

Hal itu dikemukakan Branch Manager Lazismu Solo Reynal Falah, S.Psi., Selasa, 24 Juli 2018 dengan No Surat 081/BE/18/A/2018 bertepatan 11 Dzulqa’dah 1439 H.

“Demikian surat pelaporan ini kami haturkan, atas kerja samanya kami sampaikan Jazakumullah Khairan Katsiiran,” kata Dia.

Sementara itu Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas  mengatakan, Mulai sejak kecil apalagi di era kekinian, penting mengedukasi gerakan ayo berbuat baik dan gemar beramal dengan ikhlas tanpa pamrih.

"Menumbuhkembangkan kepekaan anak-anak membantu orang lain, mengajarkan beramal dan memberi manfaat secara aktif mampu mendorong mereka bisa membuat lebih berarti dalam kehidupan seseorang dan menjadi bekal positip Petik Praktik Baik, serta Ruh dari Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) yaitu Religius, Nasionalisme, Integritas, Kemandirian dan Gotong-Royong” kata Jatmiko.


Humas Jatmiko.








55 Menit! Hari Anak Nasional Menggema Diiringi Gamelan

Minggu, 22 Juli 2018 | 09.45.00


Solo, Jawa Tengah, - SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta memperingati Hari Anak Nasional dengan mengadakan Siaran Anak Nasional yang di isi sebagain dari 25 Ekstra kurikuler yang dimiliki Sekolah Pendidikan Karakter Berbasis TIK. Salah satunya adalah Ekstra Karawitan dan Seni Pedalangan yang  dipersembahkan  oleh anak-anak di Radio Republik Indonesia (RRI) Jl. Abdul Rahman Saleh No.51, Kestalan, Banjarsari, Kota Surakarta, Jawa Tengah 57133, Sore Hari pukul 16.00 -16.55, Senin (22/7/2018).

Masa anak-anak, masa di mana perkembangan otak berjalan sangat efektif. Banyak hal yang akhirnya menimbulkan rasa ingin tahu yang kadang berlebihan tentang bakat, potensi akademis dan non akademis dari anak bermunculan. Rasa percaya diri pada anak-anak akan berdampak pada pertumbuhannya. Dengan kemajuan teknologi medis selama dekade terakhir, pemahaman akan pertumbuhan dan perkembangan otak anak terus dikembangkan.

"Pertama kali Siaran Anak Nasional dengan sasaran anak-anak  selama 55 menit diiringi Gamelan dengan tujuan Syiar dan Ukhuwah Seni dalam Penguatan Pendidkan Karakter Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), Anak-anak ayo terus raih cita-citamu, selalu patuh dan menghormati kedua orang tua, perkuat Jiwa Nasionalisme, Integritas, Kemandirian, Gotong Royong, dan Religius serta dengerin RRI radio kebanggan kita bersama" kata Sri Sayekti, S.Pd., M.Pd.

Tim Karawitan menampilkan sederet lagu, di antaranya Indonesia Raya, Sang Surya, Mars Muhmammadiyah, Mars SD Muhammadiyah 1 Ketelan, Tak kan berpaling dari-Mu, Ketika Tangan dan Kaki Berkata, Esuk-esuk, Suwe Ora Jamu, Wulanging Jagad, Lancaran SD Muh 1, Bendera (Coklat Band)

Agung Sudarwanto, S.Sn., M.Sn., menyatakan Mars Muhammadiyah Versi Gamelan dan Bendera (Coklat Band) dimainkan oleh siswa dengan memadukan alat musik Organ, Demung, Saron, Bonang, Kenong, Kethuk, Gong Jawa, Kendang, Jimbe, Simbal, Sexophone, dan Gong Beri. Dengan garapan tersebut diharapkan peserta didik makin cinta terhadap budaya dan mampu menguatkan serta mencetak generasi Anak Bangsa dan Muhammadiyah Berkemajuan.

“Secara Universal diharapkan mampu membumikan Muhammadiyah di seluruh Nusantara dan seantero jagad. Hal ini merupakan langkah baru sebagai metode dakwah Islam untuk merambah srata sosial masyarakat, makna dalam memainkan gamelan, meskipun tabuhannya berbeda antara balungan, bonang, kenong, kethuk, gong, kendhang tetapi mampu menyajikan suara “laras” didengarkan dan tak jarang akan membawa pengalaman jiwa bagi yang mampu menghayatinya. Beraneka ragam tetapi saling menghargai, menghormati sehingga menghasilkan sesuatu yang dicita-citakan, untuk mencapai Estetika yang hakiki” Kata Agung.

Kuat Prihatin, S.Sos., M.M., Pejabat Komitmen Kegiatan Fasilitasi Sarana Kesenian di Satuan Tahun 2018, Direktorat Kesenian Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Komplek Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Gedung E Lantai IX Jalan Jenderal Sudirman, Senayan, Jakarta 10270 memberikan bantuan fasilitasi sarana kesenian.

Wakil Kepala Sekolah bidang Humas, Jatmiko, menyatakan terima kasih atas jalinan kerja sama dan dukungannya antara Sekolah dan Direktorat Kesenian.

"Dana bantuan fasilitasi Sarana Kesenian di Satuan Pendidikan Tahun 2018 sesuai Surat Perjanjian Pemberian Bantuan (SP2B) Sebanyak Rp. 90.000.000., diperuntukkan 2 Demung Diatonis, 2 Demung Nada Pentatonis, 2 Saron Nada Diatonis, 2 Saron Pentatonis, 1 Gong Beri, 10 Kendang Jimbe, 1 Sexophone, 3 Biola, 1 Alat musik tiup Yamaha Venova, dan 4 Kostum Punakawan," kata Jatmiko.

Sebanyak 27 siswa tampak piawai memainkan alat musik tradisional dan kontemporer. Turut membersamai dalam acara tersebut Kepala Sekolah Sri Sayekti, S.Pd., M.Pd, Waka Kesiswaan Imam Priyanto, S.Pd., Danardono Sri Pamungkas, S.Sn., Waka Humas Jatmiko, Pelatih Agung Sudarwanto, S.Sn., M.Sn., Yuliarto Wiku Prabowo, SE, Hafid Sinung E, S.Pd, Nabila Alya Hernanda  Juara 1 “Luwes Youth Action #1 Model Cover Lagu Religi dan dalang cilik Gibran Maheswara, yang Mendalang sejak umur 3,5 Tahun.



Humas Jatmiko.

Siswa Kelas 4 SDM 1 Ketelan Ikut Turnamen Catur


Solo, Jawa Tengah, - Hebat,  Nania, siswi kelas IV Sekolah Pendidikan Karakter berbasis TIK SD Muhammadiyah 1 Ketelan mengikuti Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Catur Jawa Tengah 2018.

Nania salah satu peserta dari 27 Kabupaten antara lain Cilacap, Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, Temanggung, Grobogan, Salatiga, Purworejo, Brebes, Blora, Pemalang, Pati, Kebumen, Batang, Pekalongan, Tegal, Kota Pekalongan, Semarang, Kota Semarang, Boyolali, Magelang, Demak, Kendal, Klaten, dan Surakarta.

Ibunda Nania Ketika dihubungi melalui WhatsApp, Dyah Ayu Ratnaningsih, SE., S.Pd mengatakan Nania Umur 9 Tahun ikut kelas Klasik Yunior Putri F (8-9 Tahun).

”Cilacap, 22 – 28 Juli 2018, Pembukaan hari Ahad, 22 Juli 2018, pertandingan dimulai Senin, 23-28 Juli 2018, Waktu permainan 90 Menit sistem Swiss Manager, Peserta Klasik Yunior F diikuti 17 anak, Nania babak 1 Menang, Babak 2 Kalah, Babak 3 menang, selain Klasik juga ikut kelas cepat dengan waktu 25 menit” katanya, Jum’at, 27 Juli 2018.

Wakil Kepala Sekolah bidang Humas, Jatmiko mengatakan, capaian tersebut terbilang luar biasa untuk generasi milenial. Berdasarkan pantuan dan jangkauan generasi Z menghabiskan waktu 1-2 jam berselancar di dunia digital. Demikian juga gennerasi Y dan X. atlet-atlet andal.

“Semoga kelak menjadi atlet andal dan memiliki mental yang tangguh menjadi generasi Rabbani berkemajuan dan teruslah bersemangat mengukir prestasi dan berbagi. Kejar, rebut Tingkatkan mentalitas menjadi pecatur yang selalu melakukan uji coba, selamat dan sukses,” terangnya.


Humas Jatmiko.

Teknik Kenali Bakat Siswa di MPLS

Jumat, 20 Juli 2018 | 14.39.00


Solo, Jawa Tengah, - Masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) di Sekolah Pendidikan Krakter Berbasis TIK SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta dilaksanakan sebagai wadah membangun karakter lewat pengembaraan pencarian bakat dan minat siswa terhadap seni tradisi akhirnya kesampaian.

Selama 3 hari, siswa baru peserta MPLS mendapat wawasan baru dalam beragam materi. Salah satunya Tradisi budaya jawa wayang kulit yang diakui UNESCO sebagai Master Piece of Heritage of the World.

"MPLS sebuah program mengawali tahun ajaran baru bagi siswa baru untuk dijadikan sebagai ajang melatih ketahanan mental, disiplin, dan mempererat tali persaudaraan,” Kata Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas, Jatmiko, Jum’at, (20/7/2018).

Di sela-sela kerumunan siswa baru, Ki Agung Sudarwanto, S.Sn., M.Sn, Anggota Persatuan Pedalangan Indonesia (PEPADI) dan guru kelas 1 menemukan siswa berbakat dalam seni pedalangan dan karawitan. Merasa tergugah dan terharu ketika Gibran Maheswara secara spontan diberi kesempatan nembang Pocung di depan teman-temannya. Gibran segera merespon permintaan sang guru.

“Ngelmu iku, kelakone kanthi laku, lekase lawan kas, tegese ikhlas nyantosani, setyabudya pangekese dur angkara,”  lantunan Gibran sang dalang cilik.

Tepuk tangan teman-teman sorak mengiringi semangat Gibran Putra tunggal pasangan Agus Setiawan dan Fitri Handayani untuk belajar di SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta.

“Gibran sangat berpotensi untuk mengembangkan minat dan bakatnya di bidang seni pedalangan dan karawitan. Keinginannya untuk menjadi peserta didik di SD Muh 1 Ketelan sangatlah kuat. Hal itu akan mawujud karena di dukung fasilitas sarana dan prasarana yang dimiliki sekolah,’’ Ujar Agung dalang Berkemajuan dan anggota Pengembangan seni Budaya PDM Kota Surakarta.

Fitri Handayani atau lebih dikenal Mbak Pipit Mengatakan “Anak saya mulai belajar memainkan tokoh wayang sejak umur 3,5 tahun, dan latihan di Sanggar Sarotama, Desa Ngringgo, Kecamatan Jaten, Dari semula pentas wayang putranya itu diunggah di sosial media, hingga banyak yang tertarik mengundangnya. 

Termasuk beberapa program talkshow di stasiun TV nasional. Al Hmadulillah, Gibran itu pandai menghafal dialog. Untuk pentas wayang kulit berlakon konvensional, Gibran sudah tak perlu dipandu para mentor yang biasanya berada di belakang layar. 

Namun untuk pentas wayang suluh, banyak karakter baru dikenalnya sehingga butuh panduan,” ujarnya.

Humas Jatmiko


Dokumentasi Humas

Prestasi

Kegiatan

 
Copyright © 2014. SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta - All Rights Reserved
Kembali ke Atas