Unggul Dalam Prestasi dilandasi Akhlaqul Karimah Sehat Bersih Hijau dan Lestari | Kepala Sekolah Sri Sayekti, S.Pd., M.Pd |Wakil Kepala sekolah bidang : Kurikulum SW. Winarsi, S.Ag., S.Pd Kesiswaan Imam Priyanto, S.Pd SarPras Sahudi, S.Pd Al Islam Kemuh Ahmad Syaifuddin, S.Pd.I Humas Dwi Jatmiko, S.Pd.I

Total Tayangan Halaman

Artikel Terbaru

12 Program Unggulan SD Muh 1 Solo

Jumat, 18 Januari 2019 | 12.49.00


Sekolah Dasar Swasta Rujukan (SDSR) SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta, Jawa Tengah

Kualitas Guru ISMUBA

Sabtu, 12 Januari 2019 | 21.50.00


solopos, sabtu, 12/1/2019

Tenaga Pendidik dan Kependidikan di Surakarta dinilai harus bersiap diri untuk menghadapi dan beradaptasi terhadap revolusi industri 4.0. Hal itu mengemuka dalam Workshop Pendidikan dengan tema Pembelajaran Berkualitas di Era Revolusi Industri 4.0, di Hotel Sahid Jaya (Sukoharjo Room)  Jl. Gajah Mada 82 Solo,  Kamis (27/12/18).

Menurut waka humas,  Jatmiko,  kegiatan ini sebagai upaya terarah dan terukur memahamkan civitas akademika Sekolah Dasar Swasta Rujukan (SDSR)  SD Muhammadiyah 1 Ketelan terutama dan umumnya SD Muhammadiyah se-Kota Surakarta arti penting disrupsi sebagai fenomena, peluang dan tantangan di era disrupsi bagi pendidikan. 

"Terutama SD Muh 1 dan perguruan Muhammadiyah untuk mengambil peran dan fungsinya sebagai model pendidikan satu atap yang mencerahkan,  menggembirakan dan berkemajuan serta menemukan peluang di era ini, " katanya. 


Diungkapkan Kepala UPT Puskom Universitas Sebelas Maret,  DR. Sutanto,  S. Si.,  DEA,  saat menjadi pembicara,  manajemen yang paling rumit saat ini bukanlah rumah sakit akan tetapi lebih rumit lagi yaitu manajemen pendidikan,  karena tolok ukurnya selalu fluktuatif,  berubah setiap waktunya.

"diharapkan karakter yang dimuncul dari peserta didik,  yaitu berakhlaq mulia,  berkarakter utama, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi,  sehat,  dan peduli lingkungan hidup," ujarnya. 

Begitu pula apakah Higher -Order Thinking? Higher-order thinking termasuk menunjukkan pemahaman akan informasi dan bernalar bukan sekedar mengingat kembali/recall informasi. Higher order thinking tidaklah berarti soal yang lebih sulit daripada soal recall. 

Selanjutnya Sutanto mengatakan ada beberapa cara yang dapat dijadikan pedoman oleh para penulis soal untuk menulis butir soal yang menuntut berfikir tingkat tinggi,  yakni materi yang akan ditanyakan diukur dengan perilaku sesuai dengan ranah kognitif Bloom pada level analisis,  evaluasi dan mengkreasi,  setiap pertanyaan diberikan dasar pertanyaan stimulus dan soal mengukur kemampuan berfikir kritis. 

Sementara itu,  Ketua Majelis Dikdasmen Drs. H. Tridjono menganjurkan kepada kepala sekolah dan guru,  tenaga kependidikan serta driver untuk selalu memahami visi dan misi majelis. "Optimalkan potensi pimpinan,  meningkatkan peran dalam jaringan,  mengikutkan guru dalam kegiatan peningkatan kompetensi,  menciptakan branding sekolah dan pembinaan ukhuwah, "katanya. 

Disela-sela acara di serahkan 2 Piagam Penghargaan dari Direktur PSD  yang diwakili Ketua Majelis Tridjono dan diterima Kepala Sekolah Sri Sayekti,  S. Pd.,  M. Pd.

“SD Muhammadiyah 1 Kota Solo adalah SD yang dapat menjadi contoh bagaimana menciptakan suasana Pembelajaran yang Aktif, Interaktif, Kreatif, Inovatif dan Menyenangkan. Hal ini ditunjukkan ketika peserta didik SD Muhammadiyah 1 Solo ikut berpartisipasi mengisi acara Lomba Budaya Mutu yg diselenggarakan Direktorat Pembinaan SD, sangat luar biasa baik penampilan di bidang Seninya maupun Akademiknya. Maka Harmonisasi antara Olah Hati, Olah Rasa, Olah Pikir dan Olah Raga perlu  diimplementasikan pada setiap Satuan Pendidikan. Selamat dan Sukses untuk SD Muhammadiyah Kota Solo.,(Dr. Khamim, M.Pd, Direktur Pembinaan SD)

Humas Jatmiko.

Seperti Apa mahar yang baik itu?

Kamis, 10 Januari 2019 | 21.03.00

SDMUH1SOLO.COM - Para guru dan karyawan perlu memperkuat diri dengan menambah ketaqwaan karena zaman milenial, serba digitalilasi dan informasi.

Hal ini disampaikan waka Humas SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta Jatmiko, Kamis, (10/1/2019). "Sebagai Guru dan karyawan di lembaga islami yang unggul dalam prestasi dilandasi akhlaqul karimah, Guru dan karyawan tentu sangat dituntut, dapat lebih dalam lagi dalam belajar keimanan dan ketaqwaan, serta menguasai IT karena, zaman ini zaman melenial yang sebagian sudah digital, dan apa saja yang menjadi viral tentang kejadian yang ada di masyarakat, menyangkut dan berhubungan dengan dakwah," jelasnya.

Setiap pagi pukul 07.00 WIB sebanyak 65 guru karyawan mengikuti kultum, untuk kali ini Rabu, (9/1/2019) ustaz Jaka Prasetya, S.Si membeberkan tentang seperti apa mahar yang baik itu? 

“Berawal dari VIRALnya Pernikahan dengan Mahar Sepasang Sandal Jepit, di Desa Sumberadi, Kecamatan Somalangu , Kebumen. Sepasang Pengantin Budi dan Julia Nikah jam 07.30. sabtu 29 Desember 2018 dengan mahar sepasang sandal jepit swallow,” ungkap Jaka.

Akad nikah dari penghulu:

“Saudara Budi Risdiyanto, Saudara saya nikahkan dan kawinkan dengan Julia Warasita yang walinya telah mewakilkan kepada saya dengan maskawin sepasang sandal dibayar tunai." 

Kemungkinan ini hanya sensasi, maharnya Sandal Jepit, tapi uang seserahan ke mertua, bisa puluhan juta, itu yang tidak diperlihatkan. Katanya sandal dipilih sebagai filosofi selalu berjalan beriringan, bersama-sama ke mana-mana. 

Dalam Qur’an surat An-Nisa ayat 4 disebutkan: “Dan berilah kepada wanita (calon istri) mahar, sebagai pemberian dengan penuh kerelaan.” 

Nihlah adalah : sebuah keharusan dan kewajiban (yang harus dibayarkan calon suami kepada calon istri).

Syaikh Muhammad Sholih AL Munajjid mengatakan: Mahar bisa berupa uang, harta benda, emas, perabotan rumah tangga atau sesuatu yang bermanfaat lainnya. Sabda Nabi “Menikahlah meskipun maharnya hanya dengan cincin besi,"

Mahar bisa juga berbentuk jasa, seperti jasa mengajari bacaan Al-Qur’an, dan jasa lainnya.

Intinya, kata dia, tapi yang lebih utama adalah mahar berupa harta walau sedikit
Sebagaimana firman Allah Ta’ala (QS. An Nisa: 24): ‘mencari isteri-isteri dengan hartamu‘

Jika calon suami miskin, dan ia tidak memiliki harta untuk dijadikan mahar, maka boleh menikahi wanita dengan mahar berupa pengajaran ayat-ayat Al Qur’an.

Mahar adalah hak isteri yang tidak boleh diambil. Rasulullah Saw., bersabda “Dosa paling besar di sisi Allah ialah orang yang menikahi wanita lalu ketika telah menyelesaikan hajatnya darinya, maka dia menceraikannya dan pergi dengan membawa maharnya,”[ HR. Al-Hakim (II/182)

Mahar disunnahkan disebutkan dalam akad nikah. disunnahkan menyebut mahar dalam akad nikah … (meskipun) jika tidak disebutkan dalam akad, tetap sah nikahnya.

Memberi mahar dengan kontan dan hutang. Sebagian ahli fiqh berpendapat bahwa mahar itu tidak boleh diberikan dengan cara dihutang keseluruhan. Sebagian lainnya mengatakan bahwa mahar boleh ditunda pembayarannya, tetapi menganjurkan agar membayar sebagian mahar dimuka mana kala akan menggauli istri. Dan di antara fuqaha yang membolehkan penundaan mahar (diangsur) ada yang membolehkan hanya untuk tenggang waktu terbatas yang telah ditetapkannya. Ini adalah pendapat Imam Malik.

Dalam kitab Fathul Qarib disebutkan disunnahkan mahar itu antara 10 dirham-500 dirham. Jika dikonversi ke rupiah kurang lebihnya antara Rp 550.000,00 sampai Rp 27.500.000,00.

Jika mahar terlalu kecil atau remeh, maka kesannya kurang menghargai istri (kecuali jika kemampuan suami sedikit).

“Sebaliknya apabila mahar terlalu mahal akan membebani calon suami.
Hal ini akan mengurangi keberkahan pernikahan,” tuturnya. 

Humas Jatmiko.

Sumber keuangan yang legal, halal dan barokah

Selasa, 08 Januari 2019 | 21.10.00

SDMUH1SOLO.COM - dan inovasi tiada henti, selangkah lebih maju, Sekolah Dasar Swasta Rujukan (SDSR) versi Kemendikbud RI SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta, sekolah pendidikan karakter berbasis TIK dan budaya mengundang daya tarik banyak sekolah lokal maupun nasional.

Paling tidak baru-baru ini, dua Sekolah Muhammadiyah di wilayah Solo tertarik dan datang untuk studi banding mengenai pengembangan BUM’S, muaranya membentuk pembelajaran yang berkualitas. Kedua sekolah itu adalah  SD Muhammadiyah 5 Kadipiro, dan SMA Muhammadiyah 1 Surakarta.

“SD Muh 1 Solo mengajak kepala sekolah Muhammadiyah agar di era industri 4.0 ini memanfaatkan dan mengoptimalkan peran dan fungsi badan usaha milik sekolah (BUMS), supaya warga sekolah sejahtera lahir dan batin, mendapatkan sumber keuangan yang legal, halal dan barokah itu bonusnya, goalnya berfokus pembelajaran berkualitas,” kata Kepala SD Muh 1 Solo, Sri Sayekti di hadapan rombongan SMA Muh 1 yang datang, Selasa (8/01/ 2019).

Sri Sayekti menceritakan awalnya BUM’S di awali koperasi sekolah dengan pengelolan berkolaborasi bersama orang tua sejak tahun 1995-1996 tetapi belum menampakkan hasil yang diharapkan. 

Sejak kepemimpinan kepala sekolah Drs. H. M. Abu Nasrun, S.Pd., SH., M.Pd BUM’S  mulai terbentuk tahun 2007-2008, untuk saat ini kepengurusan BUM’S di bawah waka sarpras dan kepala sekolah Sri Sayekti, S.Pd., M.Pd mengeluarkan SK. 

Dengan adanya BUM’S, sekolah bisa memberi gaji tambahan ke-14, beras sebanyak 5 kg, sarapan pagi dan santap siang, dsb.

Kepala SMAM 1 Surakarta, Dr. Rahayuningsih, S.Pd., M.Pd mengatakan pihaknya membawa 5 guru dengan tujuan teman-teman guru dan karyawan bisa lebih meningkat kesejahteraanya. 

“Kita  harapkan pengelola BUMS bisa sharing dengan pengalaman berbeda dari biasanya dan guru karyawan kami semoga lebih sejahtera dari hasil studi banding ini, terima kasih atas perhatian dan kerjasamanya. tutur dia.

ditambahkan, Koordinator pengurus BUM’S Iin Tri Mayasari mengatakan pihaknya mengelola toko yag menjual Alat tulis dan ketrampilan (ATK), sembako, foto copy, kantin sehat (makanan jadi, tidak ada yang produksi pabrik), antar jemput dan mengelola cleaning servis atau tenaga harian lepas.


Sementara itu, Senin, (7/1/2019) Ustazah Ir. Nuril Hidayati kepala SDM 5 Kadipiro membawa guru-gurunya untuk mengikuti pendampingan tentang pembelajaran yang sesuai kurikulum 2013, yaitu Neena Desy Roesdiana, S.Pd. guru kelas 1, Sudarsi, S.Ag, guru kelas 2, Muswartanti, S.Pd, guru kelas 3, Minanti Wulandari, S.Pd guru kelas 4, dan Silfa Kiki Intansari, S.Pd guru kelas 5. 

Mereka menyaksikan secara langsung proses kegiatan belajar mengajar dari dekat. Setelah mengamati dengan seksama, mereka bermaksud akan menerapkan di sekolahnya karena telah diberlakukannya Kurikulum 2013.


Humas Jatmiko.

Siswa SD Muh 1 Solo Belajar Mengerjakan Soal Sistem CAT

Senin, 07 Januari 2019 | 21.25.00

SDMUH1SOLO.COM -  Sejumlah 156 siswa kelas VI dan 5 pendamping SD Muhammadiyah 1 Ketelan Solo berkunjung ke SMPM 1 Simpon Surakarta dalam kegiatan “One Day One Muhammadiyah Outing Class”, Senin (7/1/2019).

Staf Waka Kurikulum Heru Sudiarso, S.Pd menjelaskan kegiatan diprogram oleh sekolah agar peserta didik siap untuk memilih SMP sesuai dengan kemampuannya.

 “Kegiatan ini bertujuan memperkaya wawasan tentang IPTEK dan ilmu kebudayaan, terutama seni budaya gamelan, selain sejak dini siswa telah diajarkan mengerjakan soal melalui sistem Computer Assisted Tes (CAT) dan tentunya siswa juga didekatkan dengan ilmu agama, Bagaimana belajar di sekolah menengah (SM), bagaimana para guru mengajarkan di kelas,” terangnya.

Pada kegiatan ini siswa diperbolehkan masuk dalam kelas untuk mengikuti bagaimana proses belajar. Beberapa siswa pun memberikan tanggapan, seperti disampaikan Nafisa Ghifari kelas VI B.

“Saya senang belajar di SMP Simpon, di sana saya bersama teman diajak ke Lab MIPA dan Botani, komputer, budi pekerti, ruang seni dan karawitan, perpus yang memadai dan musholla yang luas dan bersih.  Asik sekali,  Kita jadi tahu rasanya mengerjakan soal untuk latihan USBN. Jadi semangat buat belajar dan berdo’a, semoga cita-citaku kelak menjadi guru terwujud, he-he-he…”, ujarnya.

Waka Humas SD Muh 1 Jatmiko  mendukung adanya kegiatan silaturahmi ini di Simpon. “Sambutan dari pihak simpon sangat baik karena pukul 07.00 ada kegiatan kedatangan, 07.30 sambutan kepsek Sukidi, M.Pd, dan pukul 10.20-12.00 ada hipnoterapi semangat berprestasi dan berkemajuan untuk menjadi kader bangsa yang hebat multi talenta,” ungkapnya. 


Humas Jatmiko.

SD Muh 1 Terima Bantuan Komposter dari DLH Solo

SDMUH1SOLO.COM - dan menyemangati warga sekolah akan pentingnya pengelolaan sampah Senin, (1/7/2019), Sekolah Dasar Swasta Rujukan (SDSR) SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta berbasis Pendidikan Karakter, TIK dan Budaya menerima satu unit tong komposter dan dua unit tong pemilah sampah dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Surakarta. 

Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas Jatmiko menerima bantuan tersebut dari Bany, SE. MM bidang penataan hukum dan peningkatan kapasitas lingkungan kasie peningkatan kapasitas lingkungan yang diserahkan langsung oleh Neni Juliati.

Jatmiko mengatakan, bantuan yang diterima akan diletakkan di sesuaikan tempat. ”al Hamdulillah, kami sangat senang, bahkan luar biasa senang karena sekolah ADIWIYATA KOTA tahun 2018, akan dipersiapkan dan diusulkan menjadi sekolah adiwiyata tingkat provinsi tahun 2019, Komposter merupakan salah satu alat pengolah sederhana, menyulap sampah organik menjadi pupuk,” katanya.

Warga sekolah khususnya dan masyakarakat umum diharapkan menempatkan sampah pada tempatnya sekaligus memilah sampah organik dan anorganik di era industri 4.0. 

“Kami terus mensyiarkan pentingnya peduli lingkungan yang sehat, bersih dengan cara pengelolaan sampah, anak-anak di sekolah dasar bisa menjadi agen perubahan yang baik untuk lingkungan sekolah dan di rumah masing-masing, ”pungkasnya.


Humas Jatmiko.

Ajak Siswa Belajar Mengelola Sampah di Bank Sampah

Jumat, 04 Januari 2019 | 21.32.00

SDMUH1SOLO.COM - siswa Sekolah Dasar Swasta Rujukan (SDSR) SD Muhammadiyah 1 Ketelan Solo, Jawa Tengah mengisi kegiatan setiap hari jum’at pagi selain taman gizi, olah raga bersama, petik praktik baik berinfaq juga ada peduli lingkungan dengan menyetorkan sampah di bank sampah yang ada di sekolah serta ikut membantu mengurangi dampak pemakaian bahan yang sulit terurai seperti plastik, bekas gelas minuman.


Wakil Kepala Sekolah bidang Humas, Jatmiko mengatakan sekolahnya rutin melaksanakan kegiatan peduli agama, manusia, lingkungan dan sistem yang terarah dan terukur secara berkesinambungan. 


"Fokus utama dari program ini mendukung sekolah Adiwiyata atas Binaan Dinas Lingkungan Hidup Kota Solo sejak tahun 2018 sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan hidup, Hasil dari kegiatan salah satunya adalah mengajak bijak mengelola sampah juga membuat tiap kelas memiliki kas yang bisa dicairkan dua bulan sekali, jumlah siswa kita sebanyak 810 dan didukung guru karyawan sejumlah 64 serta menggalakkan gerakan tak membuang sampah sembarangan," kata Jatmiko, Jum’at (4/1/2019).


Ketua Pelaksana Harian, Winursito  memotivasi para peserta didik agar mau menjaga kebersihan lingkungan. "Sampah apabila dikelola secara baik dan optimal akan mempunyai nilai ekomomis, setiap jum’at terkumpul sebanyak 150 kg, dan saat ini sudah mencapai 2.250 kg selama setahun, untuk pengurus sendiri ada 8 personil" ujarnya. 


Dia berharap adanya bank sampah bisa dimanfaatkan para siswa untuk mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari. "Dengan bekas koran, bisa dimanfaatkan buat gunung-gunung, laut, pemandangan yang indah, botol-botol bisa untuk kegiatan hidroponik, halaman rumah sempit tak masalah, Sedangkan sampah-sampah organik bisa diolah jadi kompos, " katanya.


Salah satu siswa, Muhammad Haris kelas 2C, mengatakan kegiatan setor sampah tersebut amat bermanfaat untuk anak didik. "Senang sekali aku, sambil mengamalkan hadis riwayat Ahmad, kebersihan itu sebagian dari iman, semoga kegiatan ini bisa bermanfaat di kemudian hari," kata Haris.

Humas Jatmiko.

7 cara mengatasi sifat dengki dan iri hati

Kamis, 03 Januari 2019 | 21.38.00

SDMUH1SOLO.COM - Heru Sudiarso, S.Pd punya tips tujuh cara mengatasi sifat dengki dan iri hati mengawali hari kedua di tahun 2019 M. Hal itu dia kemukakan dalam Kuliah Tujuh Menit (Kultum), di Ruang Guru lantai II Sekolah Dasar Swasta Rujukan (SDSR) SD Muhammadiyah 1 Ketelan, Surakarta, Jawa Tengah. (1/3/2019).

Menurut guru kelas VI yang sehari-hari mengajar dan mendidik spesialis Bahasa Indonesia, sungguh betapa buruk dan jeleknya sifat iri dan dengki. Karena kedua sifat ini memakan habis tak tersisa kebaikan dan amal perbuatan. 

“Sifat dengki dan iri hati yang melekat pada diri kita, akan membawa kita ke dalam api neraka, al Hasadu ya’kulul hasanaati – kedengkian akan memakan kebaikan,” jelasnya.

Penyakit iri dengki, sangat merusak diri sendiri, orang lain, dan masyarakat. Karena penyakit hati ini mampu menjangkiti siapa pun. Bila dibiarkan dalam tempo yang lama, penyakit ini dapat menimbulkan sikap yang destruktif bagi pengembangan kepribadian. Bahaya iri hati dijelaskan Heru melalui firman Allah Swt., Qs. An Nisa ayat 32.

“Dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepada sebagian kamu lebih banyak dari sebagian yang lain. (Karena) bagi orang laki-laki ada bahagian dari pada apa yang mereka usahakan, dan bagi para wanita (pun) ada bahagian dari apa yang mereka usahakan, dan mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu,” jelasnya.

Dalam kultum itu, Heru menekankan bagaimana cara mengatasi atau menghilangkan sifat dengki dan iri hati. 

“Menerima ikhlas, mengucapkan selamat kepada yang mendapat kebaikan, mendengarkan kata hati, bersyukur dengan cara syukuri setiap nikmat Allah, berserah diri, sesungguhnya segala sesuatu yang ada di dunia adalah ujian dari-Nya, dan berdo’a, Imbuhnya. .

Wakil Kepala Sekolah bidang Humas Jatmiko menyampaikan kegiatan itu rutin dilaksanakan sebelum kegiatan belajar mengajar dan kultum ini mengawali hari kedua masuk di semester 2, membangun komitmen dan berkinerja tinggi.

“Yang bertugas menyampaikan kultum bergantian. Dalam satu tahun pelajaran, semua guru karyawan pasti kebagian jatah kultum di ruang guru yang telah di jadwal wakil kepala sekolah bidang AIK Ahmad Syaifuddin, S.Pd.I., dan diketahui kepala sekolah Sri Sayekti, S.Pd., M.Pd.,” jelasnya.

Selain itu, lanjutnya, tenaga pendidik dan kependidikan menyampaikan tema yang berbeda-beda.

 “Dengan begitu, audiens mendapatkan ilmu baru saat mendengar kultum. Dan tentunya kultum mengambil dalil yang sahih sekaligus mendalami Himpunan Putusan Tarjih Muhammadiyah (HPTM),” paparnya.

Humas Jatmiko.

Sekolah Berkualitas, Karena Kepala Sekolah Paham Mengelolanya

Selasa, 18 Desember 2018 | 00.30.00


SDMUH1SOLO.COM,- Kepala Sekolah SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta Sri Sayekti, S.Pd., M.Pd., menyampaikan peran kepemimpinan pembelajaran dalam meningkatkan kualitas kemampuan kepala sekolah dan guru di SD Rujukan.

Dia menyampaikan hal itu dalam Workshop Pengimbasan Pendidikan dan Pelatihan Pelaksanaan Kurikulum 2013, PPK, Literasi dan Praktik Baik Sekolah  yang diadakan Dinas Pendidikan Kota Surakarta.

Workshop ini diikuti sebanyak 30 peserta di sela waktu libur kepala sekolah dan guru SDN dan Swasta. Bertempat di Aula SD Muhammadiyah 1, Selasa (18/12/2018).

Sayekti menjelaskan, Kepemimpinan perubahan sebuah upaya untuk menciptakan sebuah revolusi dalam perubahan organisasi, sehingga membawa perubahan yang menjadikan semua komponen dalam organisasi itu menyatu dan saling berempati untuk membawa perubahan yang dibuat agar lebih bermanfaat dan memiliki nilai positif terhadap organisasi.

Sedangkan karakteristik kepemimpinan perubahan memiliki visi dan strategi, nilai baru, strategi dan aksi.

“Untuk itu kita harus membedakan dua tipe kepemimpinan, pemimpin transaksional dan transformasional,” terangnya.

Menurut Sri - panggilan akrabnya – pemimpin transaksional bertindak sebagai sumber inisiasi dan inspirasi dengan mendayagunakan penghargaan dan sanksi. Sisi lain pemimpin transaksional, mengembangkan pengaruh melalui komunikasi dan interaksi dengan staf sehingga kedua pihak berinisiatif meningkatkan motivasi dan moral.

“Kepemimpinan pembelajaran merupakan prioses mengintegrasikan dan membimbing pendidik, tenaga kependidikan, meningkatkan kompetensi pendidik-tenaga kependidikan, mengembangkan kurikulum, dan melaksanakan penelitian tindakan untuk melakukan perbaikan proses pembelajaran,” jelasnya.

Dia menegaskan, kepala sekolah mempunyai peran meningkatkan kualitas pendidikan.

“Kepala sekolah mempunyai tugas untuk memimpin dan mengelola. Karena sekolah yang maju adalah sekolah yang mempunyai kepala sekolah yang paham dalam mengelola sekolah,” terang Sri.

Perempuan  kelahiran Surakarta, 13 April 1971 ini menjelaskan, pentingya kepemimpinan pembelajaran untuk mempengaruhi seorang guru menjadi lebih baik dan sekolah berdaya mutu.

“Muaranya mampu berkontribusi sangat signifikan terhadap peningkatan prestasi belajar siswa, memfokuskan kegiatan warganya untuk menuju pencapaian visi, misi dan tujuan sekolah. Akhirnya, membangun komunitas belajar warga dan menjadikan sekolahnya sebagai sekolah belajar (learning school),”

Dia juga mengingatkan, “di mana ada kemauan, disitu ada jalan,” pesan dia

Humas Jatmiko.

Dokumentasi Humas

Prestasi

Kegiatan

 
Copyright © 2014. SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta - All Rights Reserved
Kembali ke Atas