Unggul Dalam Prestasi dilandasi Akhlaqul Karimah Sehat Bersih Hijau dan Lestari | Kepala Sekolah Sri Sayekti, S.Pd., M.Pd |Wakil Kepala sekolah bidang : Kurikulum SW. Winarsi, S.Ag., S.Pd Kesiswaan Imam Priyanto, S.Pd SarPras Sahudi, S.Pd Al Islam Kemuh Ahmad Syaifuddin, S.Pd.I Humas Dwi Jatmiko, S.Pd.I | Sekolah Pendidikan Karakter Berbasis TIK dan Budaya | Unggul dalam Prestasi dilandasi Akhlaqul Karimah, Sehat, Bersih, Hijau dan Lestari |Sekolah Adiwiyata |Sekolah Rujukan Tingkat Nasional | Sekolah Sehat |

Total Tayangan Halaman

Artikel Terbaru

Selamat dan Sukses Anak-anakku

Jumat, 12 April 2019 | 01.30.00

sdmuh1solo.com - Hadapi UASBN sebanyak 156 siswa SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta Jawa Tengah bersama 64 guru, karyawan dan wali murid gelar sholat lail bersama di halaman sekolah. 

Sebelum melaksanakan shalat lail, disunnahkan mengerjakan shalat sunnah dua rakaat ringan, atau shalat Iftitah. Harapannya anak-anak diberi kemudahan dan kelancaran dalam menjalani ujian. 

"Kami telah mengadakan kegiatan ''Qiyamul Lail” untuk menghadapi dan sukses UN pada Rabu (10/4/2019) malam lalu, dan hari ini kita selenggarakan apel dan permohonan do’a restu, tujuannya melengkapi usaha belajar dengan ikhtiar doa," ungkap wakil kepala sekolah bidang Humas, Jatmiko, Kamis (11/4/2019).

Jatmiko menjelaskan, Kegiatan ini rutin bagi kelas enam ini setiap tahunnya. Menurutnya, kegiatan ini merupakan salah satu upaya penghayatan praktik ibadah secara mendalam sekaligus untuk mengantisipasi pengaruh sisi negatif dari perkembangan informasi dan globalisasi.

Dalam acara yang dimulai sejak pukul 18.55 sampai pukul 20.30 Wib menghadirkan Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Drs. KH. Subari, yang juga ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Solo diawali salat Isya’, salat sunnah khafifatain, motivasi dan tausyiah. 

Kyai Subari dalam muhasabah mengingatkan agar anak-anak bersiap menempuh ujian akhir kelas 6 dan kita syukuri nikmat dari Allah, buktinya kita sehat. Modal pertama mencapai prestasi dan segala keinginan. 

“Wahai orang-orang yang beriman, minta tolonglah dengan kesabaran dan shalat …” (QS. Al-Baqarah[2]: 153), orang yang tidak beriman berarti kufur,'' ujar Subari.

Ia menuturkan kalau ada keinginan kita harus berusaha lahir dan mohon kepada Allah. Bagaimana caranya? Pertama, dengan sikap yang sabar dan tidak buru-buru dilandasi ketaatan kepada Allah. Kedua, salat,''syaratnya anak-anak salat Jangan di oyak-oyak sehingga lillahi ta’alaa,''ujarnya.

Kiat yang ketiga agar sukses ujian bersyukur. “Kami tahu sebagian dari siswa siswa ini, karena sekolah telah menerima penitipan bagi SLTP, sudah mendapatkan sekolah, belajar tetap giat karena sebagai sikap syukur, masih dikaruniai fikiran yang segar, sehat, mumpung masih waras, bersiap sejak dini, gass pool belajar sehingga menjadi kebanggaan orang tua, sekolah, dan persyarikatan,''  

Dan kiat keempat fokus dan apa yang dihadapi dengan maksimal diiringi do’a. 

“Bismillahi, Tawakkaltu ’Ala Allah, Laa Haula Wa Laa Quwwata Illaa Billaah, ya Allah ya kariim, permudah dan sukses anak-anak hadapi ujian, yang akan di tempuh beberapa hari lagi, berilah kesehatan, kemudahan, ketenangan, menghasilkan anak-anak yang cerdas berakhlaqul karimah yang tidak menyombongkan diri, bermanfaat bagi keluarga,  masyarakat dan bangsa Indonesia,'' jelas Ustaz Subari.

Begitu pesan Kepala Sekolah Sri Sayekti "Persiapkan diri kalian dan tetap semangat belajar, jaga kesehatan dan jangan terlambat, semoga mendapat kemudahan, kelancaran dan kesuksesan," fahami jadwal ujian, dimulai hari Jum’at, 12 April 2019 Kemuhammadiyahan, Bahasa Arab, PAI, Pendidikan Kewarganegaraan, Bahasa Jawa, PAI Kemenag, IPS, PJOK, Bahasa Inggris dan Ujian Sekolah Berstandar Nasional, Senin, 22 April 2019 Bahasa Indonesia, Selasa, 23 April 2019 Matematika, Rabu, 24 April 2019 IPA, Prestasi penting, jujur yang utama!", Sekaligus menekankan.



Humas Jatmiko.

Mengenal Arsitektur Jawa dan Eropa

Kamis, 11 April 2019 | 02.30.00


sdmuh1solo.com - Pura Mangkunegaran selain kaya akan sejarah, juga terkenal dengan perpaduan arsitektur Jawa dan Eropa pada bagian interior hingga ornamen-ornamen di beberapa sudutnya. 

Untuk mengenang jejak kebesarannya,  sebanyak 141 Siswa kelas 1A, B, C dan D serta didampingi 8 guru SD Muhammadiyah 1 Ketelan pun diajak untuk mengunjungi sisa kebesarannya di Jl. Ronggowarsito No.83, Keprabon, Banjarsari, Kota Surakarta, Jawa Tengah, Kamis (11/4/2019) lalu.

Sekitar pukul 08:00, para siswa diajak berjalan menempuh perjalanan darat, yang didampingi oleh guru-gurunya itu akhirnya tiba di wisata bersejarah tersebut. 

Setibanya di sana,  siswa-siswi diajak untuk mengunjungi destinasi di antaranya ke halaman pendopo yang sunyi berdiri sejak 1757, yang masih kokoh di tengah arus modernisasi.

Kemegahaan bangunan Pura ini dilengkapi taman cantik, ditumbuhi pohon-pohon berbunga dan semak-semak hias. 

Taman di dalam Pura Mangkunegaraan ini pun merupakan cagar alam, di mana terdapat sangkar burung hingga patung-patung klasik bergaya Eropa serta air mancur yang memberikan suasana tenang, damai dan alami.

”Salah satu karakteristik pembelajaran dalam kurikulum 2013 adalah harus dapat mengarahkan peserta didik untuk memahami potensi, minat dan bakatnya dalam rangka pengembangan karir,” tutur SW. Winarsi, guru kelas 1, Jum’at (12/4/2019).

Agenda Outing Class, merupakan salah satu program pembelajaran di luar kelas, yang bertujuan memberikan basic pemahaman untuk bekal pengetahuan dasar, sebagai sarana menumbuhkan kreativitas siswa.

”Kegiatan ini, dikemas dalam metode belajar yang dilaksanakan secara menyenangkan, agar merasa lebih dekat dengan obyek yang dijadikan sasaran, termasuk merasa untuk lebih dekat dengan alam dan lingkungan di luar sekolah, literasi budaya menjadi bagian terpenting dalam sebuah proses pendidikan,” tandasnya.


Humas Jatmiko.

Sidak Persiapan Hardiknas

Senin, 08 April 2019 | 02.30.00

sdmuh1solo.com - Wayang kolaborasi dua dalang akan mewarnai Peringatan Hari Pendidikan Nasional 2019 tingkat Jawa Tengah di Pendapi Gedhe Balaikota. Hal itu diungkapkan Wakil Kepala Sekolah bidang Humas, Jatmiko yang terungkap saat mengantar rombongan Lembaga Penjamin Mutu Pendidian LPMP di Sekolah Dasar Swasta Rujukan (SDSR) SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta, Senin Siang (15/4/2019). 

“SD Muh 1 menerima tamu  Dr. Tartib Supriyadi, M.Pd Kasi Fasilitasi LPMP Jawa Tengah bersama tim dengan melakukan Sidak “Silaturrahim mendadak” tentang kesiapan sekolah dalam menyajikan pagelaran tanggal 23 April 2019,” ujarnya saat diwawancarai usai mendampingi kepala sekolah Sri Sayekti.

Menurutnya, Wis Wayahe menyampaikan syiar dan menguatkan pendidikan berkemajuan lewat seni untuk menggali bakat dan minat potensi siswa di bidang seni sekaligus ditambahkan ide-ide baru, lebih kreatif, jangan monoton, dan tentunya harus bernilai seni yang tinggi.

Agung Sudarwanto,  guru ektsrakurikuler SD Muh 1 ini mulai mengawal generasi millenial untuk “ngerti lan weruh” Budaya Jawa. Beberapa mingu ini telah berproses dalam menyajikan Tetuka Sang Gatutkaca.

Ki Agung, sapaan akrab Agung Sudarwanto, SSn MSn yang juga anggota Persatuan Pedalangan Indonesia (PEPADI) Kota Surakarta,  kita harus menjaga atmosfer menyenangkan selama latihan. 

”Suasana dibuat menggembirakan, mengusung kurang lebih 35 personil, seperangkat gamelan slendro pelog inventaris sekolah, dua dalang Ananda Gibran Maheswara Juara 1 Festival dalang cilik 2019 dan Galen Bianco Hartono dalang berpotensi kekinian dengan dua layar minimalis,” katanya.

Saat  latihan di Ruang Karawitan berperedam, Agung menyampaikan, kedua dalang ini terus kita bina demi sajian yang apik untuk kita persembahkan di Hardiknas.

”Dalam sajian kita akan berkolaborasi dengan tari yang menggambarkan gejolak api dikawah Candradimuka dan perang tanding Gatutkaca dengan Pracona yang dimainkan oleh anak-anak,” tandasnya.

Di sela-sela pertunjukkan ini, sambung dia, juga akan ada gebrakan pertunjukkan untuk memberi ruang dan waktu bagi siswa kami menorehkan karya seninya berupa gambaran komik yang mengisahkan Tetuka Sang Gatutkaca. 

”Dalam pekan terakhir jelang hari H berlatih setiap pagi meskipun anak-anak belajar di rumah karena kelas 6 baru menghadapi UASBN,” ujar Agung, Litbang Pepadi jagad pendidikan.

Humas Jatmiko.

Tiga Siswa Ikuti Lomba Mocopat Bank Jateng 2019

Sabtu, 06 April 2019 | 02.30.00

sdmuh1solo.com - Tiga siswa SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta ikut Lomba Mocopat SD dan SMP Sederajat se-Solo Raya, Sabtu (6/4/2019).

Mereka yang diutus menjadi duta lomba dari sekolah yaitu Kiarra Ajirani Puteri kelas 5C, Galen Bianco Hartono dan Gibran Maheswara Javas Setyawan. 

Wakil Kepala Sekolah bidang Humas, Jatmiko mengaku menerima pengumuman langsung pukul 16.30 sore, diikuti sebanyak 28 laki-laki dan 21 putri peserta. Aspek yang dinilai mulai dari dasar suara, modal cara menghasilkan suara yang cocok, dan teknik penjiwaan.

“Alhamdulillah, surprise sesuai prediksi pembimbingnya Ki Agung Sudarwanto, M.Sn. Gibran Maheswara Javas Setyawan raih juara harapan 2, sesuai pengumuman hasil lomba mocopat putra dengan nilai 765 nomor undian 02, 803 undian 50 harapan 1, 808 undian 42 juara 3, 810 undian 41 juara 2, 825 undian 4 sebagai juara 1, sedangkan mocopat putri SD, nilai 660 undian 3 harapan 2, 663 undian 17 harapan 1, 699 undian 18 juara 3, 775 undian 6 juara 2, 780 undian 9 sebagai juara 1,” ujarnya senang.

Acara ini digelar PT Pembangunan Daerah Jawa Tengah dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke 56 Bank Jateng, bertempat di Bank Jateng lantai 3 Jl. Slamet Riyadi No. 20 Surakarta.

Kehalusan rasa dalam seni membangkitkan "rasa pangrasa lan ngrumangsani" sehingga paham terhadap kondisi dan peka terhadap gejala sosial yang bergejolak disekitarnya. 

Demikian juga dalam mempelajari Macapat, secara tidak langsung mereka mengalami proses pembentukan kehalusan rasa yang estetis.

“Lomba Macapat sangat mendukung sebagai "ajang gladhi wanuh lan kendel" untuk menanamkan rasa "handarbeni lan hangrungkebi" seni tradisi original karya Negri.
"ajang gladhi wanuh lan kendel" (sebagai sarana berlatih, berkenalan dan percayadiri),” ujar Agung Sudarwanto, guru pendamping.


Humas Jatmiko.

28 Siswa Nizamia Andalusia Berkunjung

Kamis, 04 April 2019 | 02.00.00




sdmuh1solo.com - Sebanyak 28 siswa kelas V,  dan 6 guru SD Nizamia Andalusia Jakarta mengunjungi Sekolah Dasar Swasta Rujukan (SDSR) SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta dalam rangka program Lead dan Learn, Kamis (4/4/2019).

Tujuan umum kami secara umum, adalah untuk memberikan pengalaman langsung kepada siswa dalam mempelajari perbedaan budaya, memahami arti perbedaan, dan melihat kondisi pendidikan di daerah yang berbeda dengan Ibukota Jakarta.

Kepala SD Nizamia Andalusia Jakarta Aprianingsih berharap, siswa kami mendapatkan pengalaman untuk belajar bersama di kelas bersama siswa SD Muhammadiyah 1 paling tidak 1 jam pelajaran.

“Siswa kami telah dipersiapkan untuk berbagi pengalaman belajar bersama dengan siswa kelas 5 SD Muhammadiyah 1 melalui presentasi atau eksperimen IPA,” ujar Aprianingsih.

Kepala sekolah Sri Sayekti, mengungkapkan bahwa sekolah yang berdiri sejak tahun 1935 telah membuktikan eksistensinya sebagai sekolah yang mampu bertahan dan bersaing dengan sekolah-sekolah baru.  Bahkan tetap menjadi sekolah unggul dan favorit di Surakarta, meski umur sudah 84 tahun yang tidak lagi muda.

Dirinya juga merasa gembira dan berharap dengan kunjungan ini dapat memotifasi dirinya bersama warga sekolah untuk lebih giat dalam mengelola pendidikan di sekolah yang dipimpinnya.

“Sekolah ini merupakan salah satu sekolah cagar budaya, sebelah timur SD ini, Istana Pura Mangkunegaran. Kami merasa senang dan berbangga, mudah-mudahan berkenan dan bergembira, 5 hari sekolah, memiliki kegiatan 30 Ekstrakurikuler, salah satunya seni pedalangan dan karawitan, kita juga bisa mencontoh outing class “Isra Mi’raj”,” ungkap Yekti.

Memasuki aula, para tamu disambut dengan alunan merdu suara penyanyi cilik Nabila Alya yang sudah diposting di Youtube. Dengan gayanya yang centil, ia menghipnotis rombongan, dilanjutkan tularkan virus petik praktik baik melalui Vidio, seperti sekolah adiwiyata, sekolah sehat, kantin sehat, e-money, penguat pendidikan karakter, kelas inspirasi, budaya literasi, dan pembelajaran berkualitas serta radio streaming “Solo Belajar”. 

”Kurikulumnya sama, seperti optimalisasi portal rumah belajar Pustekkom Kemendikbud RI,” seru rombongan Siswa SD Andalusia.

Baru kemudian penyambutan resmi oleh sekolah. Pembawa acara Jatmiko yang menjabat Waka Humas. 

Begitulah sambutan hangat dari tuan rumah, di lanjutkan visitasi ke kelas VA, B, dan C. Semoga tali silaturahim antara sekolah berkemajuan tetap terjaga. Saling berbagi pengalaman, ilmu, hadiah dan kebahagiaan.

“Tadi anak-anak kreatif, melatih percaya diri melalui presentasi dan demontrasi hasil karyanya, berbagi ilmu, promosi jakarta tentang sejarah, makanan dan alat transportasi ,” ujar Try Yuniarti guru kelas 5B SD Muh 1.

Turut membersamai tim pengembang kurikulum Andalusia Muhammad Misar menyampaikan bahwa pendidikan di SD-nya yang bernuansa Islami. 

“Studi siswa dan guru, belajar dari keberhasilan Muhammadiyah, belajar bersosialisasi dengan teman-teman yang jauh, kalau negara ini mau maju, guru harus dinomorsatukan kesejahteraannya setara gaji DPR RI, kenapa? Imbas dari kesejahteraan, pertama fokus kerja, kedua semakin sejahtera, kerja makin ikhlas,”pungkasnya.


Humas Jatmiko.

SD Muhammadiyah 1 Ketelan Unggulan se-Jateng

Sabtu, 30 Maret 2019 | 21.30.00



sdmuh1solo.com,- SD Muhammadiyah 1 Ketelan Solo, Jawa Tengah, menjadi satu di antara 20 sekolah peraih penghargaan sebagai sekolah unggul Muhammadiyah se-Jawa Tengah. 

Penghargaan tersebut diserahkan langsung Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah, Tafsir di Semarang pada Sabtu (30/3). 

Dari 20 sekolah yang memperoleh penghargaan, SD Muhammadiyah 1 Ketelan Solo menempati urutan kedua sesudah SD Muhammadiyah Mutual Magelang yang berada diurutan pertama. 

Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jateng, Tafsir, berharap SD Muhammadiyah 1 Ketelah dapat membuka cabang sekolah hingga ke wilayah timur Indonesia. 

“Sekolah unggul, sekolah yang diminati dan pilihan masyarakat. SD Muhammadiyah 1 Ketelah Solo sudah cukup besar, bangunlah di Papua, NTT, Lampung. Tapi milik Muhammadiyah Ketelan Solo,” kata Tafsir

Terdapat beberapa standar nasional pendidikan yang menjadi penilaian sekolah unggul Muhammadiyah se-Jateng, di antaranya standar kompetensi lulusan, standar isi, standar proses, standar pendidikan, dan tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, standar pembiayaan pendidikan, dan standar penilaian pendidikan plus ISMUBA. 

Wakil Kepala Sekolah SD Muhammadiyah 1 Ketelan Solo, Jatmiko, mengatakan sekolahnya terus berupaya menjadi sekolah Muhammadiyah terbaik. 

Saat ini SD Muhammadiyah 1 Ketelan Solo telah mengantongi lebih 190 prestasi dalam berbagai ajang. Di sekolah tersebut, siswa dapat mengikuti 28 jenis ektrakurikuler yang ada. 

Selain itu berbagai sarana dan prasarana untuk menunjang pendidikan pun terus dilengkapi. SD Muhammadiyah 1 Ketelan merupakan sekolah dasar yang memiliki laboratorium MIPA, Bahasa hingga Botani.

Tak hanya itu sekolah tersebut juga memiliki ruang musik dan karawitan. SD Muhammadiyah 1 Ketelan juga menjadi sekolah yang terkenal dengan pengembangan kantin sehat. 

“Sesuai harapan kita semua yang berharap sekolah ini semakin maju, unggul dalam prestasi dan dilandasi akhlak mulia, sehat, hijau, dan lestari di era Revolusi Industry 4.0,” kata Jatmiko. 

diolah berbagai sumber

SD Muhammadiyah 1 Surakarta Bersama Lazismu Gelar Bakti Sosial



sdmuh1solo.com,- Dalam rangka sukses Ujian Nasional (UN) Tahun 2019, Siswa kelas 6 SD Muhammadiyah 1 Surakarta bekerja sama dengan Lazismu Solo mengadakan agenda bakti sosial di Masjid Nurul Firdaus, Ranting Muhammadiyah Joyosuran Surakarta, pada Jum'at 29 Maret 2019.

Adapun sasaran penerima bakti sosial adalah jamaah masjid dan binaan pengajian Qoriah Thayyibah Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah Joyosuran yang total semuanya 75 orang.

Sri Sayekti, kepala sekolah SD Muhammadiyah 1 Surakarta mengatakan bahwa kegiatan sosial yang rutin dilaksanakan menjelang ujian nasional tersebut juga sebagai ucapan syukur kepada Allah SWT atas segala nikmat dan prestasi yang selama ini sudah dicapai oleh SD Muhammadiyah 1 Surakarta.

“Berbagai merupakan salah satu cara mengajarkan kepada peserta didik untuk menyikapi keadaan di luar sekolah,” ungkapnya.

Selain itu, kata Sri Suyekti agar anak-anak terampil dalam membangun kepercayaan diri ketika menjalanai kehidupan di masyarakat.

Adanya bakti sosial ini disambut baik oleh Ghofar Ismail, Takmir sekaligus Ketua Ranting Muhammadiyah Joyosuran.  Menurutnya, kegiatan ini sangat bermanfaat bagi persyarikatan Muhammadiyah.

“Kehadiran anak-anak kita dalam kegiatan di Muhammadiyah sebagai salah satu cara mengajarkan anak tentang peran dan aksi nyata Muhammadiyah untuk masyarakat. Nilai nilai keislaman yang terkandung dalam setiap langkah Muhammadiyah kelak yang menjadi manfaat bagi Persyarikatan Muhammadiyah,"ungkapnya.

Selain dilaksanakan bersama Ranting Muhammadiyah Joyokasuran, bakti sosial yang diprakarsai Lazismu Solo juga di laksanakan di Pondok Pesantren Darul Arqam Tulung Klaten.

diolah berbagai sumber

Ratusan Siswa Kreasi Kebun Binatang Mini

Jumat, 29 Maret 2019 | 02.00.00


sdmuh1solo.com - Pagi itu suasana kelas 2A, B, C dan D Sekolah Dasar Swasta Rujukan (SDSR) versi Kemendikbud RI terlihat senyap. Wajah-wajah serius tampak menghiasi kelas. 

Sebanyak 136 siswa fokus pada peralatan kertas karton, kertas manila, plastisin, lem kertas, cat air, gunting, pensil dan penggaris.

Mendadak kesenyapan kelas itu pecah membahana ketika salah satu siswa berceletuk, “Wah … bagus ya jadinya,” Itu suara Nadhira salah satu siswi kelas 2 D.

“Hebat, bagus kayak kebun binatang mini ya,” jawab temannnya. Kelas yang tadinya senyap berubah menjadi bising.

Begitulah suasana kelas SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta ketika pembelajaran Tematik untuk mengakhiri tema 7 “kebersamaan di tempat wisata”, Jum’at (29/3/2019). 

Guru kelas Dwi Suparwanto, S.Pd mengatakan, Maket adalah tambahan atas rancangan arsitektur, sebagai cara untuk menyampaikan ide dan menggambar tata ruang. 

Pembuatan maket ini dilakukan secara individu. Siswa diajak untuk berimajinasi membuat suatu tempat seperti kebun binatang. Dengan langkah-langkah mulai dari membuat dasar maket, membuat binatang, membuat pagar, membuat pohon, memasang binatang, pagar dan pohon pada dasar maket. 

“Kegiatan ini merupakan praktik pembelajaran Tematik. Menekankan daya ketrampilan dan kreativitas siswa. Diorama merupakan sebuah miniatur tiga dimensi untuk menggambarkan suatu cerita atau pemandangan alam sekitar. Diorama yang dibuat kali ini kebun binatang. Jadi saat praktik muncul kerja sama, gotong royong dan suasana seru yang membuat siswa antusias untuk belajar karya tiga dimensi,” ujarnya.

Pembuatan diorama ini, sambung dia, cukup mudah dan sederhana. Langkah pertama, potonglah kertas karton, yang tebal dengan ukuran panjang dan lebar disesuaikan dengan kondisi, berilah warna sesuai dengan keinginan.  

Kedua, buatlah beberapa hewan dari kertas manila kemudian diberi warna, hewan juga bisa dibuat dari plastisin. Ketiga, buatlah pagar dari kertas atau koran bekas yang digulung, kemudian diikat, lalu rangkai kertas gulung tadi membentuk pagar dengan lem. Keempat, buatlah pohon dari kertas atau koran bekas yang digulung, kemudian dicat. Rangkai kertas gulung tadi membentuk pohon dengan daun dengan lem. 

“Langkah selanjutnya, tempel dan susun bagian-bagian tersebut di atas seperti binatang, pagar, dan pohon pada tempat diorama yang telah disiapkan. Terakhir, jadilah diorama kebun binatang dan siap dipajang,” tutupnya.


Humas Jatmiko.

Siswa SD Muhammadiyah 1 Ketelan Raih Juara Festival Dalang Cilik 2019

Kamis, 28 Maret 2019 | 01.30.00



sdmuh1solo.com,- Dalang cilik Gibran Maheswara, siswa SD Muhammadiyah 1 Ketelan berhasil menyabet juara terbaik 1 Festival Dalang Cilik 2019 dari Dinas Kebudayaan Kota Solo.

Acara yang berlangsung pada tanggal 27 hingga 28 Maret 2019 di Pendopo Balai Kota Surakarta ini diikuti sebanyak 21 peserta dari berbagai sekolahan dan sanggar.

Meski masih anak-anak, namun penampilan Gibran dalam mendalang dengan Lakon Anoman Obong, mengundang decak kagum para juri, penonton, pegiat kesenian, dan budayawan.

Selama bertanding itu, Gibran didampingi kedua orang tuanya, dan Agung Sudarwanto, selaku guru ekstrakurikuler bidang seni dan pedalangan.

Wakil Kepala Sekolah bidang Humas Sekolah Pendidikan Karakter Berbasis TIK dan Budaya, Jatmiko mengaku bangga dengan prestasi tersebut.

“Semoga prestasi membanggakan ini bisa menginspirasi dan memacu anak-anak yang lain,” ujarnya.

Jatmiko mengatakan, Gibran punya pengalaman pentas 60 kali, diantaranya menjadi bintang tamu di acara Litle VIP Metro TV bersama Cak Lontong, Bintang tamu di acara Rumah Mama Amy MNCTV bersama Raffi Ahmad-Nagita Slavina, Karnaval Inbox SCTV di Karanganyar bersama artis Narji, Bianka, Temu Dalang bocah 6 di TBS Surakarta 2015.

Sekadar diketahui, Gibran mulai menyukai wayang sejak usia 1,5 tahun. Ketika itu sang ayah mengajak Gibran menonton pertunjukan wayang kulit di pesta pernikahan seseorang.Dan sejak usia 3,5 tahun hingga sekarang, Gibran masih belajar di sanggar yang berada di Karanganyar tersebut.

diolah berbagai sumber

Dokumentasi Humas

Prestasi

Kegiatan

 
Copyright © 2014. SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta - All Rights Reserved
Kembali ke Atas