Unggul Dalam Prestasi dilandasi Akhlaqul Karimah Sehat Bersih Hijau dan Lestari | Kepala Sekolah Sri Sayekti, S.Pd., M.Pd |Wakil Kepala sekolah bidang : Kurikulum SW. Winarsi, S.Ag., S.Pd Kesiswaan Imam Priyanto, S.Pd SarPras Sahudi, S.Pd Al Islam Kemuh Ahmad Syaifuddin, S.Pd.I Humas Dwi Jatmiko, S.Pd.I

Total Tayangan Halaman

Artikel Terbaru

Utus Dua Guru Bimtek PembaTIK

Rabu, 14 November 2018 | 09.21.00



sdmuh1solo.com,- Waktu masih menunjukkan pukul 05.00 pagi hari Selasa, (6/11/18). Tapi dua kader SD Muhammadiyah 1 Ketelan, Surakarta ini sudah bersiap untuk bertolak menuju Balai Pengembangan Multimedia Pendidikan Kebudayaan (BPMPK)  Semarang Pakintelan, Gn. Pati, Kota Semarang, Jawa Tengah.

Dalam rangka peningkatan kualifikasi akademik dan kompetensi guru dalam pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) untuk pembelajaran, Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Pustekkom Kemendibud) yang diadakan di BPMPK Semarang Selasa-Kamis (6-8/11/2018).

Tidak ketinggalan, Delegasi berjumlah dua orang terdiri dari guru TIK dan guru bahasa Inggris sekaligus Graphic Desaigner Majalah Tunas Melati, Yaitu Lilik Haryono, S.Kom dan Sri Martono Lanjarsari, S.Pd. 

Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas, Jatmiko mengatakan, melalui kegiatan ini, diharapkan dapat mempererat komunikasi antar guru-guru Jawa Tengah dan mendorong agar bisa memajukan sekaligus mencerahkan dunia pendidikan.

“di Era Industri 4.0. di butuhkan keterampilan berpikir kritis dan berfikir kreatif apabila siswa terbiasa dengan active learning yang menekankan komukasi dan kolaboratif, misalnya dengan kemampuan TIK yang memadai,” katanya.

Ketika ditanya melalui WhatsApp utusan sekolah Sri Martono Lanjarsari, mengaku mendapatkan pemandu materi dari Rachmad Effendi Duta Rumah Belajar Jogja, Sigit Suryono Duta Rumah Belajar Jogja, Teguh Santoso Duta Rumah Belajar Jateng. “Acara ini merupakan suatu pelatihan pembelajaran dan peningkatan mutu pembelajaran mulai dari PAUD sampai dengan SMA sederajat. Di mana pembelajaran berbasis TIK mau tidak mau harus kita ikuti karena tuntutan zaman semakin modern,”ungkapnya.

Di tambahkan“tadi mendapatkan pelatihan pengembangan bahan ajar berbasis TIK (Kelas Maya dan Vidio Tutorial Pembelajaran), ke depannya melalui E-learning semua pembelajaran bisa diakses di mana saja, oleh siapa saja, dan kapan saja. Sejatinya teknologi tidak bisa mengganti peran guru dalam pembelajaran, karena ICT itu hanya sekedar perangkat saja. Namun guru yang tidak mahir dalam ICT akan tergantikan oleh orang yang mahir dalam mengoperasikan ICT” imbuhnya. 

Seperti quote dr Herwin Hamid, “ICT just a tools. It can’t replace teacher, but teachers who don’t want to learn about ICT, will be replaced by those who do,” ICT itu hanya perangkat, ia tidak bisa mengganti guru, tapi guru yang tidak ingin belajar ICT, akan diganti oleh guru belajar ICT,”Tutup Mr. Lanjar.



Humas Jatmiko.

Di Balik Tema Milad 106 Tahun Muhammadiyah “Ta’Awun untuk Negeri”

MUHAMMADIYAH.OR.ID, JAKARTA – Menapaki usia ke-106 tahun, Muhammadiyah memperingati miladnya dengan mengangkat tema “Ta’awun Untuk Negeri”. Melalui surat instruksi penyelenggaraan dengan nomor 02/INS/I.0/B/2018, PP Muhammadiyah memberitahukan seluruh pimpinan wilayah hingga ranting untuk memakai tema tersebut.

Selain memberitahu perihal tema milad, PP Muhammadiyah juga menghimbau seluruh lapisan persyarikatan untuk menyelenggarakan kegiatan sosial pengumpulan dana untuk musibah bencana alam di Nusa Tenggara Barat dan Sulawesi Tengah.

Terkait alasan pemilihan tema “Ta’awun Untuk Negeri”, Abdul Mu’ti Sekretaris Umum PP Muhammadiyah menjelaskan bahwa tema ini diangkat karena belakangan ini, Indonesia tengah diuji oleh  banyak musibah bencana alam, persoalan keumatan dan kebangsaan.

“Oleh karena itu, melalui milad ini,  kami ingin meneguhkan kembali Muhammadiyah sebagai gerakan pelayanan sosial yang kemudian membangun kebersamaan melalui ta’awun,” ujarnya ketika ditemui redaksi muhammadiyah.id pada Rabu (31/10).

Mu’ti menambahkan, hendaknya kita umat muslim bersatu untuk  meringankan saudara-saudara yang tertimpa musibah.

“Namun lebih dari itu, kami ingin ta’awun ini tidak hanya kepada mereka yang tertimpa musibah tetapi juga mereka yang saat ini masih mengalami kesulitan, terutama masalah perekonomian,” pungkasnya.

Pesan Kepala Sekolah di Hari Pahlawan

Senin, 12 November 2018 | 09.34.00


sdmuh1solo.com,- Jarum jam menunjukkan pukul 07.30 WIB. Sejumlah 810 siswa dan 75 guru karyawan SD Muhammadiyah 1 Ketelan, Surakarta, menggelar upacara peringatan Hari Pahlawan ke-73 di halaman sekolah setempat, Senin (12/11/2018).

Kepala Sekolah Sri Sayekti bertindak sebagai inspektur upacara. Di sela-sela upacara, Yekti membacakan pesan-pesan Pahlawan Nasional, misalnya Jendral Sudirman, Pangeran Mangkunagara I, dan Ki Hajar Dewantara.

Salah satu bentuk menghargai jasa pahlawan dengan upacara yang baik dan belajar dengan sungguh-sungguh dan giat.

Yekti menyampaikan, pesan penting dalam Peringatan Hari Pahlawan mampu menggali dan memunculkan semangat baru dalam praktik baik nilai-nilai kepahlawanan dalam kehidupan sehari-hari.

Menurut kepala sekolah ini, setiap zaman mempunyai pahlawan. Pahlawan terdekat dengan kita kalau di rumah orangtuamu, kalau di sekolah gurumu.

"Supaya kelak cita-citanya tercapai, kamu ingin jadi apa, ingin jadi dokter, guru, pengusaha, tentara, hakim, semua itu bisa tercapai kalau kita belajar dengan giat, sungguh-sungguh, niatkan bismillah mencari ilmu kamu akan mendapat dua hal, yaitu ilmu dan pahala, karena orang yang mencari ilmu itu juga berjihad untuk mendapatkan pahala Allah, karena sekolah itu ibadah, pasti di sekolah tidak ada anak-anak yang melanggar tata tertib," tutur Yekti.

Terlebih lagi, imbuh Yekti, kita Harus saling menyayangi, tidak boleh yang besar kemudian menakali yang kecil atau sebaliknya, yang kecil menghormati yang lebih tua sehingga terwujud saling asah, asih, dan asuh.

Untuk mengisi hari Pahlawan anak-anak harus berprestasi baik akademik maupun non akademik plus mengikuti ekstrakurikuler, sudah dicontohkan Hanif Al Dilatthof. Sehingga, kalau gurumu bisa pasti anak-anak juga bisa.

"Pada akhirnya, melalui momentum Peringatan Hari Pahlawan, saya mengajak civitas akademika memiliki pandangan global, mampu berkolaborasi untuk kemajuan bangsa dan mampu memanfaatkan kemajuan teknologi sehingga menjadikan Generasi Kekinian diperhitungkan dalam bersaing dan bersanding dengan negara lain khususnya ketika negeri ini memasuki era revolusi industry 4.0," katanya.

Tak hanya upacara, dalam peringatan Hari Pahlawan kali ini,  Di akhir acara, peserta upacara disuguhkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan menghormat bendera merah putih, salam dan tepuk Penguatan Pendidikan Karakter (PPK), dan mars PPK serta menyanyikan lagu pantang mundur dan diakhiri pengumuman pahlawan sekolah.

“al Hamdulillah, puji syukur masih diberikan rejeki dari Allah Swt., di Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) Jawa Tengah XV 2018 di Gor Lapangan Tenis Indoor, Manahan tanggal 19-25 Oktober 2018 mendapat piagam penghargaan dengan nomor: 1017/10 2018 tertanda tangan Gubernur Jawa Tengah H. Ganjar Pranowo, SH., M.IP. Senang, pada saat event ini mendapatkan 1 emas dan 1 perak dikategori beregu putri, ganda putri. Meski sebelumnya sempat mendapatkan 2 emas dikategori yang sama pada ivent sebelumnya ke tingkat nasional, semoga menjadi inspirasi anak-anak SD muh 1 serta tertular prestasinya,” beber Hanif Al Dilatthof kelahiran Bogor, 30 November 1993.

Humas Jatmiko.


Meriahkan Rembug Nasional FGM 2018

Jumat, 09 November 2018 | 23.07.00


sdmuh1solo.com,- Siswa SD Muhammadiyah 1 Ketelan, Solo turut memeriahkan pembukaan Rembug Nasional Forum Guru Muhammadiyah (FGM) di Universitas Muhammadiyah Surakarta yang dihadiri 483 peserta, perwakilan 34 provinsi dari Sabang sampai Merauke “Penguatan Kompetensi Proses Pembelajaran Guru Muhammadiyah di Era Revolusi Industri 4.0”.

Sebanyak 16 siswa Sekolah Dasar Swasta Rujukan (SDSR) Sekolah Pendidikan Karakter Berbasis TIK dan Budaya, membawakan Lagu Indonesia Raya, Sang Surya dengan dirigen Firza Aulia Aqilla Safa.

Guru pembina Paduan Suara dan Ekstrakurikuler Musik Yuliarto Wiku Prabowo mengatakan ingin ta’awun dan mengenalkan di antara 30 ekstrakurikuler kepada para undangan yang hadir.

“Senang bisa tampil dalam acara rembug nasional fgm, bangga dan bisa memotivasi anak-anak untuk berprestasi, selanjutnya bisa mengembangkan bakat dan lebih banyak belajar lagi agar eksis. Apabila ada event berikutnya akan bisa tampil lebih bagus lagi,” ungkapnya. Jum’at (9/11/2018).

Sementara itu, Di tengah Rembung Nasional FGM Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas, Jatmiko sekaligus peserta berhasil mewancarai Menteri Agama tentang peluncuran radio streaming  Radio Solo Belajar, Radio sebagai wahana kegiatan ekstrakurikuler jurnalistik dan penyiaran di sekolah setempat.

“mudah-mudahan radio solo belajar tetap bisa terus mengedukasi masyrakat, memberikan pendidikan nilai-nilai karakter, kepribadian, integritas kepada masyrakat yang bertumpu  kepada nilai-nilai agama, sehingga radio ini tetap mampu mencerahkan masyarakat luas, karakter tetap mampu mencerahkan,” kata Lukman Hakim Saifuddin, Sabtu, 10/11/2018 di Lor In Syari’ah Hotel Solo.

Selain tampil dalam acara FGM ini, paduan suara hari selasa tanggal 13 November 2018 akan menghadapi lomba Dinas Pendidikan Kota Surakarta di Aula Lantai 3.  

“Peringatan Hari Kesehatan Nasional 2018 tingkat Kota Solo, kemarin, bersamaan dengan wisuda Kelas Ibu Hamil di Pendapi Gedhe dan dibuka resmi Walikota Surakarta F.X. Hadi Rudyatmo., juga mengundang tim paduan SD Muh 1 Solo” pungkas jatmiko.

Humas Jatmiko.

Penampilan Apik Siswa, Kelas Wisuda Ibu Hamil

Kamis, 08 November 2018 | 23.03.00


sdmuh1solo.com,- Pendapi Gede Balaikota Surakarta seketika gegap gempita dipadati oleh puluhan siswa-siswi Sekolah Pendidikan Karakter Berbasis TIK  SD Muhammadiyah 1 Ketelan, Solo. Dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional yang ke-54 Wisuda Kelas Hamil oleh Walikota Surakarta F.X. Hadi Rudyatmo.

Tak ayal penampilan apik yang mereka tampilkan di atas panggung  tersebut mampu mencuri perhatian dan menghipnotis para hadirin dengan mempersembahkan lagu Wiwit Aku Isih Bayi dan lagu tentang jasa ibu.

Kepala Sekolah Sri Sayekti, mengatakan hari ini SD Muhammadiyah 1 Ketelan mendapat keprcayaan dari Kepala Dinas Kesehatan Kota Surakarta dr. Siti Wahyuningsih, M.Kes., MH dan semua yang ditampilkan oleh siswa itu tidak lain merupakan implementasi Penguat Pendidikan Karakter. Ia pun menegaskan bahwa yang ditampilkan pada kesempatan itu hanya sebagian kecil dari 30 ekstra yang ada di sekolah.

”Di sekolah masih banyak kegiatan ektrakurikuler, sebagai Sekolah Penguat Pendidikan Karakter kegiatan ini sangat menginspirasi bagi anak-anak untuk selalu menghargai jasa ibundanya yang telah mengandung, melahirkan dan merawatnya sampai saat ini,” katanya.

Ditambahkan, komitmen dan konsisten serta keberlanjutan dalam penerapan pendidikan karakter di sekolahnya.

”tidak hanya sampai menghargai saja tetapi diharapkan anak-anak mengimplementasikan dalam tingkah laku sehari-hari seperti bersikap sopan santun, bertutur kata lemah lembut kepada ibundanya dan pembentukan karakter siswa bisa melalui berbagai aspek. Di antaranya melalui seni untuk pengembangan minat bakat,” pungkasnya.


Humas Jatmiko.`

Jadi Percontohan, dikunjungi Kemenpan



sdmuh1solo.com,- Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara (KEMENPAN), Budi Charuddin didampingi Fahruddin Eka Cahyana, S.Sos Kasi Tata Kelola dan Sumber Daya Manusia TIK bersama Kasi Pendataan Penduduk, Ika Merdiana S, SE mengunjungi Sekolah Dasar Swasta Rujukan (SDSR) SD Muhammadiyah 1 Ketelan, Sekolah Karakter Berbasis TIK dan Budaya, guna monev pelaksanaan program KIA, Kamis (8/11/2018).

Pada kesempatan ini ditanyakan hal-hal yang berkaitan dengan KIA, SILA KIA serta kebermanfaatan bagi anak-anak.

Kepala Sekolah, Sri Sayekti, bahwa KIA sangat bermanfaat selain kartu identitas anak dari berusia 0 tahun sampai 17 tahun.

’’Kartu KIA juga menjadi kartu insentif bagi anak. Anak akan mendapat potongan harga setiap belanja di toko-toko mitra. Pada perjalanan KIA kemudian ditambhkan program SILA KIA, di mana potongan-potongan harga yang awalnya diterima langsung oleh anak. Lewat SILA KIA potongan harga secara otomatis akan masuk SILA KIA dan hanya bisa diambil ketika anak berusia 17 tahun,’’tambah Sri.

Terpilih menjadi salah satu sekolah percontohan penerapan Simpanan Pelajar Identitas Anak (SILA)-Kartu Identitas Anak (KIA) oleh Pemerintah Kota Solo resmi dilaunching Wali Kota, FX Hadi Rudyatmo di Pendaphi Gede Balai Kota Surakarta, pada Rabu (31/10/2018).

SILA KIA merupakan program sinergi antara Pemkot Surakarta, Bank BNI dan Otoritas jasa Keuangan dalam mewujudkan sejak dini anak gemar menabung.

Tak Lupa di sela-sela monev tersebut, wakil kepala sekolah bidang Humas, Jatmiko menyerahkan kenang-kenangan berupa Majalah Pendikan Tunas Melati (Tumel), sebagai bahan jembatan berkomunikasi dan refrensi informasi seluk beluk sekolah bagi pihak-pihak yang berkepentigan.

“Kami di sini juga memberikan kenanng-kenangn berupa majalah sekolah untuk  mengakrabkan, mengetahui program – program, prestasi, kegiatan, keunggulan, kemajuan dan kebermanfaatan dalam segala hal untuk masyarakat serta inovasi dalam pengelolaannya,”ujarnya.

Humas Jatmiko.

SD Muh 1 Gelar Outing Class


sdmuh1solo.com,- Puluhan siswa kelas 1A, B, C dan D dari Sekolah Dasar Swasta Rujukan (SDSR) SD Muhammadiyah 1 Ketelan, Solo mengadakan outing class ke Polresta Surakarta, Kamis (8/11/2018).

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, SW. Winarsi, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan mengenalkan lebih dekat Profesi Polisi terhadap anak didik sejak dini.

“Ada dua tujuan outing class yakni menyambut Hari Pahlawan Nasional 10 November dan kedua, membangun suasana ceria bagi peserta didik dalam pembelajaran luar kelas serta mengenal lebih dekat Polisi Sahabat Anak,” ujar Winarsi, yang juga merupakan wali kelas 1, Kamis (8/11/2018).

Dia berharap para pelajar termotivasi dalam hal kedisiplinan setelah melihat dan mengerti bermacam rambu lalu lintas.

Salah satu pendamping kegiatan Agung Sudarwanto, mengatakan bahwa kepada anak-anak ini pula, petugas mengajarkan pengenalan rambu-rambu lalu lintas, diharapkan siswa menjadi pelopor kegiatan tertib berlalu lintas, jika menggunakan mobil jangan lupa mengenakan sabuk pengaman.

“tadi di lokasi Masyareta dan Naufal menyanyikan lagu Pak Polisi, dan kenalkan salah satu Anjing Pelacak namanya Bruno dari Germany, difungsikan untuk melacak korban bencana, pencuri, narkoba. Kenapa pakai Anjing, karena mempunyai daya penciuman yang tajam, pungkasnya.

Humas Jatmiko.


SD Muh 1 Siap Guncang Hari Wayang Dunia IV

Rabu, 07 November 2018 | 22.43.00


sdmuh1solo.com,- Sebanyak 40 Siswa yang tergabung dalam tim Kesenian Sekolah Dasar Swasta Rujukan (SDSR) SD Muhammadiyah 1 Ketelan, Kolaborasi Wayang Orang dan Wayang Kulit akan kembali beraksi. Rabu, (7/11/2018), di Pendapa Ageng “GPH Joyokusumo” Kampus Institut Seni Indonesia (ISI) Solo Jln. Ki Hajar Dewantara 19 Kentingan, Jebres, Surakarta.

Wayang diresmikan sebagai warisan dunia oleh Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan (Unesco). Sebagai warisan budaya, Pemerintah Indonesia menetapkan 7 November sebagai Hari wayang.

“Bangga sekolah Pendidikan Karakter Berbasis TIK dan Budaya diberikan kepercayaan untuk manggung dalam acara berskala dunia, sekaligus merupakan prestasi tersendiri, terima kasih panitia Hari Wayang Dunia IV tahun 2018” kata Jatmiko, Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas.

Ki Agung Sudarwanto, S.Sn., M.Sn yang juga pengurus PEPADI Solo membeberkan, penabuh dan pesinden dari sekolahnya akan memberikan penampilan maksimal Gebyar Wayang Jagad Mendalang Srategi Pemajuan Kebudayaan bagi generasi milenial.

"Dengan adanya Hari Wayang Dunia, sebagai wahana untuk menuangkan ide, gagasan, berupa kreativitas dalam sajian wayang kulit sehingga mampu menjiwai dalam kehidupan berbangsa dan bernegara menuju Manusia Pembangunan Indonesia yang berkemajuan, sehingga mampu menciptakan rasa ”‘Hayu lan Rahayu” ," bebernya.

Agung, panggilan guru seni budaya, praktisi kesenian sekaligus pembina kegiatan ekstrakurikuler ini mengungkapkan, anak didiknya akan bermain lepas saat menabuh gamelan dan diperkuat dalang bocah milenial Gibran Maheswara.


Humas Jatmiko.

Proses Pembelajaran SD Dalam Jaringan


sdmuh1solo.com,- Salah satu kebijakan Direktorat Pembinaan SD tahun 2018 melalui Sub Direktorat Kurikulum adalah Pelaksanaan Bimbingan Teknis Dalam Jaringan kepada seluruh sekolah dasar secara bertahap. Sebagai tahap awal, Bimbingan Teknis terdiri dari 34 Sekolah Dasar Rujukan (negeri) dan 46 sekolah Dasar Swasta Rujukan.

"Sesuai Nomor Surat 2048/D2/TU/2018 tertanggal 2 November 2018 SD Muhammadiyah 1 Ketelan mendapat amanah melaksanakan Bimbingan Teknis Penguatan Proses Pembelajaran SD dalam Jaringan sejak 7 November Hingga 9 November 2018, Hari Rabu dengan topik Materi Esensial Bahasa Indonesia Kelas 6, Kamis Esensial IPA Kelas 6, Jum’at Esensial Materi Kelas 6," kata Kepala Sekolah Sri Sayekti, Rabu, (7/11/2018).

Program ini diikuti sebanyak 25 guru gugus dua Korwil 3 Kecamatan Banjarsari, yakni SD Muhammadiyah 1 Ketelan, SD Kristen Triwindu, SDN Bromantakan, SDN Beskalan, SDN Ketelan dan SDI Lazuari Kamila serta di hadiri Pengawas Gugus II Drs. Mulyanto, M.Pd.

Menurut Sri Sayekti, dengan cara ini, Di era revolusi industri 4.0 ini, penyelenggaraan pendidikan jarak jauh atau pembelajaran daring ke depannya memiliki peran strategis dalam pemerataan akses pendidikan di Indonesia. Semua  interaksi  pembelajaran  dan penyampaian bahan belajar terjadi secara daring penuh.

“untuk hari pertama dengan narsum Siti Khotimah, S.Pd., M.Pd, Disrupsi harus diiringi dengan inovasi  sekolah, perubahan itu sebuah kepastian, urgensinya inovasi dalam menghadapi Era Disrupsi (perkembangan terjadi secara cepat)” bebernya.

Salah satu peserta Jaka Prasetya, S.Si mengemukakan positif antara peralihan sistem belajar offline ke online (e-Learning).

“e-Learning diklaim memiliki sejumlah kelebihan bila dibandingkan dengan sistem belajar offline, di antaranya menghemat waktu belajar, biaya, serta lebih efektif dan tidak terikat tempat, asalkan terhubung jaringan internet, yang muaranya meningkatkan aksesibilitas masyarakat, Efisiensi banyak dicapai melalui pemanfaatan TIK tanpa harus merusak nilai-nilai kemanusiaan,”ujarnya.

Siti Khotimah, S.Pd., M.Pd sebagai narasumber memberikan kesimpulan bahwa Jenis laporan terdiri atas laporan pengamatan, hasil observasi, kegiatan, dan percobaan. Kemampuan esensial yang harus diajarkan pada teks laporanadalah menentukan gagasan pokok, pemahaman kritis teks laporan, menjawab beragam pertanyaan tentang isi bacaan, menulis teks laporan, menelaah kesalahanpenggunaan kata/kalimat/tanda baca pada teks laporan.

Merancang pembelajaran laporan ada dua hal, yakni pertama pembelajaran membaca teks laporan (pemandu grafis dan model DRTA), kedua pembelajaran menulis teks laporan melalui dua pendekatan, yakni pendekatan berbasis teks, dan pendekatan berbasis proyek, ketiga merancang penilaian, membaca laporan, menulis, aspek pembahasan (judul, isi, penggunaan bahasa), dan penilaian sikap.

“tidak perlu jadi juara, untuk jadi pemenang, tidak perlu jadi yang terbaik, untuk bisa dikenang, tidak perlu jadi populer, untuk diterima semua orang, tidaklah perlu menjadi hebat, cukuplah menjadi bermanfaat,”pesan Siti.


Humas Jatmiko.

Gibran Adu Aksi di Hari Wayang Dunia 2018


sdmuh1solo.com,- Sebanyak 40 siswa Sekolah Dasar Swasta Rujukan (SDSR) SD Muhammadiyah 1 Ketelan, Solo berlaga dalam ajang Gebyar Wayang Jagad Mendalang Strategi Pemajuan Kebudayaan Hari Wayang Dunia 2018, Rabu (7/11/2018) di Pendapa Ageng  “GPH Joyokusumo” Kampus Institut Seni Indonesia (ISI) Solo.

Mereka beradu keterampilan, mengolah kemampuan dalam pagelaran padat berdurasi lebih kurang 60 menit. Aksi dalang cilik kolaborasi wayang orang ini sungguh menarik hati dan bikin gemas. Hari itu, benar-benar jadi Idola Generasi Kekinian di Era Industri 4.0.

Gibran Maheswara (Karanganyar, 10 Juni 2018/ 7 Thn) satu diantara, Siswa Berbakat, menyajikan lakon Tetuka Sang Gathutkaca.

"al Hamdulillah, Gibran bisa ikut lagi Hari Wayang Dunia kedua kalinya, semoga tahun depan bisa ikut lagi, apalagi kali ini pementasannya dengan wayang orang. Senang bisa menghibur banyak orang," ujar siswa kelas satu, Rabu (7/11/2018).

Tubuh mungil dalang cilik itu tenggelam dikepung belasan tokoh wayang yang berjejer di kelir Selain itu, tangannya yang begitu imut itu, dengan lincah memainkan beragam tokoh wayang dalam lakon ‘Jabang Tetuko’.

" Dalam pagelaran wayang ini, dikisahkan tentang proses pendewasaan dalam pembentukan karakter seseorang ditentukan lingkungan pendidikan dalam hal ini sekolah, keluarga, dan lingkungan sekitar. Hal itu sebagaimana yang dialami Jabang Tetuka dalam proses pendewasaannya yang telah ditempa atau di didik oleh para dewa di Kahyangan dan Do’a/restu seorang ibu (Arimbi) dan para tetua. Untuk pembentukan karakter Jabang Tetuka diuji menyelesaikan permasalahan di Kahyangan. Ia dipercaya oleh Dewa sebagai Jagoning Dewa untuk menhentikan keinginan Prabu Pracona menjadi Raja di Kahyangan. Berkat restu ibu dan pendidikan dari para dewa, ia berhasil menciptakan ketentraman di Kahyangan Suralaya ditandai dengan kematian Prabu Pracona," dia mengisahkan.

Sementara itu ayah dari Gibran, Agus Setyawan, SST mengaku bangga akan kemampuan anaknya. Meskipun tidak berdarah seni, namun putra pertamanya tersebut dapat mendalang.

"Sejak awal dari kemauan anak saya sendiri yang meminta untuk belajar jadi dalang," ucapnya.

Terpisah, Wakil Kepala Sekolah (Wakasek) bidang humas, Jatmiko, menyampaikan ucapan terima kasih kepada Dr. Drs. Guntur, M.Hum Rektor ISI beserta jajarannya, yang telah bersedia memberikan fasilitas berupa tempat untuk menggelar wayang kulit, yang dalang dan pengrawitnya dimainkan para siswa SD Muhammadiyah 1 Ketelan dan diperkuat Agung Sudarwanto, S.Sn., M.Sn., Rohmadin, S.Sn., Sri Suwanti, S.Pd., Danardono Sri Pamungkas, S.Sn.

Humas Jatmiko.



Pusat Study Banding SD Muh 1

Selasa, 06 November 2018 | 22.38.00


sdmuh1solo.com,- SD Muhammadiyah 1 Ketelan, Surakarta merupakan Sekolah Dasar Swasta Rujukan (SDSR) yang tertuang dalam surat nomor 1634/D2/TU/2018 tertanggal 12 September 2018 yang ditandatangani oleh Direktur Pembinaan Sekolah Dasar, Ditjen Dikdasmen, Kemdikbud.

Berdiri sejak tahun 1935. Meski begitu, di era industri 4.0 dengan kecanggihan teknologi informasi Sekolah Pendidikan Karakter Berbasis TIK dan Budaya selalu berusaha untuk berdaya Mutu mulai dari sisi standar isi, proses, lulusan, pendidik dan tenaga kependidikan (PTK), pengelolaan, evaluasi, sarpras, pembiayaan dan standar AIK yang muaranya  banyak prestasi diraih dan menunjukan kemajuan yang menggembirakan, sehingga tidak jarang sekolah lain ingin belajar dari SD Muh 1.

Di antaranya SD Muhammadiyah Abepura (Senin, 8/1/2018), SDN Cemara Dua No. 13 Kamis (1/2/2018), MI Muhammadiyah 1 Program  Khusus Sukoharjo Kamis (8/2/2018), SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya, Jumat (20/4/2018), SD Aisyiyah Unggulan (SDAU) Gemolong Sragen, Selasa (28/8/2018), SDIT Muhammadiyah Al Kautsar Kartasura, Sukoharjo, Senin (24/09/2018),

Baru-baru ini SD Muh 1 menerima tamu dari SDIT Muhammadiyah an Najah Jatinom, Jl. Masjid Besar, Klaten, Selasa (6/11/2018).

Kedatangan 8 guru disambut baik oleh pihak sekolah. Turur hadir menyambut kedatangan Kepala Sekolah Sri Sayekti, S.Pd., M.Pd., Waka Sarpras Sahudi, S.Pd., Waka Kurikulum SW. Winarsi, S.Ag., S.Pd dan Waka Humas Jatmiko.

“Terimakasih telah berkenan untuk silaturahmi, semoga bisa share saling berbagi dan maju bersama,” sambut Sri Sayekti Kepala SD Muh 1.

Kegiatan kunjungan yang disambut hangat, di isi dengan sambutan, paparan profil SD muh1 , sharing pengalaman, dan diskusi dilanjutkan berkeliling melihat-lihat beberapa temapat seperti, Ruang Perpustakaan, UKS, BUMS, Kantin, Dapur, Laboratorium Komputer, serta sudut baca kelas dilanjutkan dengan pemberian cindera mata.

“5 Jam kegiatan ini berlangsung, kunjungan ini bertujuan ngangsu kaweruh tentang pendidikan karakter berbasis TIK, pembelajaran berbasis perpustakaan, kantin sehat, UKS Modern, sekolah sehat serta optimalisasi sudut baca, diharapkan dapat memberikan isnpirasi bagi SDIT Munajat untuk mengembangkan sekolah agar menjadi sekolah sehat dan berprestasi,” Khamim, S.Ag.,  Kepala Sekolah SDIT MUNAJAT dalam  sambutannya.


Humas Jatmiko.

Tumbuhkan Minat, Ratusan Siswa SD Muh 1 Ikuti Manasik Haji

Sabtu, 03 November 2018 | 18.53.00

sdmuh1solo.com,- Sebanyak 156 siswa dan 75 guru karyawan Sekolah Dasar Swasta Rujukan (SDSR) SD Muhammadiyah 1 Ketelan, Surakarta, Jawa Tengah, mengikuti Manasik Haji 1440 Hijriah.

Kegiatan yang rutin diselenggarakan di Asrama Haji Donohudan, Boyolali. Sabtu, (3/11/2018)

Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas, Jatmiko, mengatakan kegiatan ini akan terus dilakukan tiap tahun.

"Dengan adanya kegiatan ini anak-anak diberikan pemahaman terkait ibadah haji yang merupakan rukun Islam, membangun dan mengamalkan nilai utama 5 karakter  yaitu, nasionalisme, integritas, kemandirian, gotong royong, dan religius bagi anak yang muaranya meningkatkan keyakinan dan keimanannya kepada Allah SWT," kata Jatmiko.

Jatmiko membeberkan, kegiatan ini bertujuan membiasakan anak-anak untuk senantiasa mengerti kegiatan-kegiatan ibadah, dikenalkan tata cara melaksanakan ibadah haji.  

kalau ibadah haji itu merupakan rukun bagi umat Islam, Karenanya anak-anak dirasa penting memahami itu.

Sebab, lanjut Jatmiko, ada pula ibadah-ibadah wajib yang kerap di nomor sekiankan seperti haji dan zakat.

Ia berharap, pengenalan dan pengajaran sejak dini kepada anak-anak menguatkan keimanan dan ketakwaan.

Peragaan Manasik Haji dipandu oleh Ketua MUI Kec. Ngemplak Djamhari Harahap.

Salah Seorang Siswi Kamulan Indupati Pinasthika kelas 6 B bercerita hari ini dijari mulai dari tawaf, mengunjungi makam Ibrahim, sampai berjalan menyusuri sumur zam-zam.

“asyiknya belajar praktik manasik haji sejak dini, ternyata banyak elemen-elemen  dalam pelaksanaan ibadah haji mulai aspek fisik, aspek mental sampai aspek kemampuan secara keuangan, semangat memiliki keinginan  naik haji dan cita-cita saya," katanya.

Humas Jatmiko.


SD Muhammadiyah 1 Surakarta Gelar Baitul Arqom

Jumat, 02 November 2018 | 00.00.00

sdmuh1solo.com,- SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta, memperkokoh pendidikan karakter religius dengan menyelenggarakan baitul arqam kelas 6 di Asrama Haji Donohudan, Boyolali. Kegiatan dimulai sejak Jumat (2/11/2018) pagi dan berakhir Sabtu (3/11/2018).

Wakil Kepala Sekolah Bidang AIK, Ahmad Syaifuddin, S.Pd.I, mengatakan, kegiatan Baitul Arqom diikuti 156 siswa kelas enam dan 65 guru Karyawan.

Kegiatan tersebut, ditujukan untuk mengetahui, sejauh mana para peserta didik di era generasi milenial telah mengaplikasikan pelajaran yang telah diterimanya, dan salah satu jawaban menyiapkan peserta didik memiliki kepekaan, kemampuan, kecakapan, dan semangat juang dan memiliki integritas bertanggung jawab belajar kemandirian serta gembleng semangat.

"Kita ukur di kegiatan itu, apakah shalat mereka sudah betul sesuai HPTM (Himpunan Putusan Tarjih Muhammadiyah), cara berwudunya, termasuk bacaan-bacaanya, hafalan surat pendek minimal 25 surat, praktik salat jenazah dan manasik haji untuk mewujudkan masyarakat islam yang rahmatan lil ‘alamiin" kata Ahmad.

Lebih lanjut Ahmad mengatakan, selain mengevaluasi pemahaman dan pengamalan agama para siswa, acara itu juga di malam hari dengan muhasabah atau evaluasi diri para siswa, apakah mereka sudah menjadi anak yang baik, sesuai dengan petunjuk agama.

"Muara Kegiatan Baitul Arqam ini untuk mengajak anak-anak memahami seberapa jauh tanggung jawab mereka sebagai seorang muslim, menjadi pelajar Muhammadiyah yang berjiwa Qur’ani, berakhlaqul karimah, berkarakter dan berkemajuan" katanya.

Adhipramana, salah satu peserta di sela-sela kegiatan, mengatakan saya senang mengikuti dan bermanfaat bagi hidup saya, misalnya praktik salat jenazah, apabila ada keluarga meninggal bisa mendirikan salat dan mendo’akan, semoga ditempatkan di surga. Perasaan mengikuti salat jenazah tidak merasa takut dan mendapat ilmu saat menghafalkan surat-surat pendek.

Kegiatan pembukaan berjalan sukses, menggembirakan dan dihadiri oleh Kepala Sekolah Sri Sayekti, S.Pd., M.Pd., Dra. Hj. Nursyiam, M.Pd.I Pengawas PAI Korwil III, dan Drs. H. Tridjono Ketua Majelis Pendidikan Dasar Muhammadiyah Kota Surakarta.


Humas Jatmiko.`

Dokumentasi Humas

Prestasi

Kegiatan

 
Copyright © 2014. SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta - All Rights Reserved
Kembali ke Atas