Unggul Dalam Prestasi dilandasi Akhlaqul Karimah Sehat Bersih Hijau dan Lestari | Kepala Sekolah Sri Sayekti, S.Pd., M.Pd |Wakil Kepala sekolah bidang : Kurikulum SW. Winarsi, S.Ag., S.Pd Kesiswaan Imam Priyanto, S.Pd SarPras Sahudi, S.Pd Al Islam Kemuh Ahmad Syaifuddin, S.Pd.I Humas Dwi Jatmiko, S.Pd.I

Total Tayangan Halaman

Artikel Terbaru

Radio Solo Belajar

Kamis, 07 Februari 2019 | 14.12.00


SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta menggelar seminar pendidikan dan meresmikan Radio Streaming Pendidikan “Solo Belajar”. Kegiatan tersebut diadakan di Sahid Jaya Hotel Solo di Pedan Room Lt.3, Jawa Tengah, yang diikuti 250 peserta kurang lebih terdiri Koordinator Korwil 3, Komite Sekolah, Kepala Sekolah SDN maupun swasta, kepala sekolah TK Mitra, Paguyuban Kelas, Guru dan tamu undangan, Sabtu(6/10/2018).

Seminar pendidikan itu mengusung tema “Literasi TIK di Era Digital untuk Penguatan Pendidikan Karakter (PPK)”. Nara sumbernya Dwi Nurani, S.KM., M.Si, Fungsional Umum Direktorat Pembinaan SD, DR. Sutanto, S.Si., DEA Pakar Informatika Universitas Sebelas Maret, serta Drs. H.M Joko Riyanto, SH., MM., MH dari Dewan Pendidikan Solo dipandu moderator, Avrilia Wahyuana dan dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Etty Retnowati, SH., MH.

Sementara itu, Radio Solo Belajardiresmikan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Drs. KH. Subari yang khusus dan fokus pada bidang pendidikan.

Kepala Sekolah Sri Sayekti, S.Pd., M.Pd puncak milad ke- 83 ini meluncurkan program baru Radio Solo Belajar sebagai wahana kegiatan ekstrakurikuler jurnalistik dan penyiaran sekaligus sebagai sarana syiar untuk kemajuan pendidikan, dari Muh 1 untuk Pendidikan Indonesia.

 “perlu kami sampaikan selama kurun waktu satu tahun SD Muh1 telah meraih berbagai prestasi akademik maupun non akademik 190 anak telah meraih prestasi dari tingkat Kecamatan sampai Nasional. SD Muh1 menempatkan diri diperingkat 5 besar USBN tahun ajaran 2017/2018, menjadi sekolah PPK, Sekolah Model TIK, Sekolah Adiwiyata, Sekolah sehat, sekolah rujukan Budaya Direktorat kesenian Kemdikbud dan baru saja menjadi SDSR (Sekolah Dasar Swasta Rujukan) Direktorat PSD Kemdikbud, semoga tidak menjadikan jumawa tapi semakin memberikan manfaat bagi pendidikan yang berkemajuan” kata Sri Sayekti melalui rilis, Sabtu (6/10/2018).

Dalam kesempatan tersebut  DR Sutanto menyampaikan Agama dan sains adalah dua kekuatan yang menyatu dalam akal dan kepercayaan manusia bagi orang yang berfikir kritis dan kreatif. Keduanya saling memberi inspirasi, saling memotivasi untuk menggali ilmu Tuhan di alam ini yang tiada habisnya. Kitab Rasul diturunkan dalam bahasa Arab agar kita semua berfikir.

“Berpikir kritis itu bukan asal beda pendapat dengan orang lain tapi berpikir dengan menjalankan fungsi logika dan seni, sehingga akan memunculkan kreativitas siswa dalam melakukan analisa dan mengambil tanggungjawab pada setiap masalah yang kompleks,” beber Sutanto Kepala UPT Puskom Pembantu Dekan FMIPA UNS.

Sementara itu, Dwi Nurani, S.KM., M.Si., Fungsional Umum Direktiorat PSD Kemdikbub menekankan pentingnya Warga Golobal memiliki 3 kecakapan.

“Semua orang bisa melakukan apapun dan lintas negara di era informasi ini, anak perlu dibekali kompetensi di dalamnya ada berpikir kritis, komunikasi, kreativitas, kolaborasi, multiliterasi baik literasi digital, finansial, numerasi, sains, budaya dan kewargaan dan literasi baca tulis, serta peneguhan 5 karakter utama mulai Religius, Integritas, Mandiri, Nasionalis gotongroyong ” ujarnya.

Ketua Dewan Penddikan Kota Surakarta Drs. H.M. Joko Riyanto, SH., MM., MH. bersama nara sumber lainnya dalam kesempatan tersebut memberikan 5 pesan moral yaitu Individu menjadi malas untuk bersosialisasi secara fisik, Cyber Bullying, Konten negative yang berkembang pesat, Fitnah dan juga pencemaran nama baik secara luas.

“TIK sangat membantu dalam proses pembelajaran dimana segala informasi pendidikan dapat diakses dengan cara lebih mudah dan cepat, dampak positifnya sedangkan negatifnya dengan pelayanan TIK yang menawarkan kemudahan di dalam proses pembelajaran, membuat kita menjadi malas untuk membaca buku-buku pendidikan. Karena terpengaruh dengan hal-hal yang instan,” kata Joko Riyanto.

Humas Jatmiko.

Upaya SDM 1 Ketelan Raih Predikat Piagam Bintang

Sabtu, 02 Februari 2019 | 06.15.00


sdmuh1solo.com,- SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta, sekolah yang terakreditasi A (Amat Baik)  bekerjasama dengan Loka Pengawas Obat dan Makanan (Loka POM) yang beralamat Jl. Letjen Suprapto No. 5 Kerten Laweyan, menggelar Bimbingan Teknis Piagam Bintang Keamanan Pangan di Kantin Sekolah.

Acara yang digelar di Aula Sekolah Dasar Swasta Rujukan (SDSR) tersebut diikuti sebanyak 14 peserta terdiri dari kepala sekolah, waka kurikulum, humas, tim kantin, tim  dapur, Bum’s, majalah tumel, radio pendidikan solo belajar, dan guru. Dengan peserta yang relatif sedikit, narasumber bisa berdiskusi dan memberikan arahan dan menjawab sesi pertanyaan secara individual dengan peserta Bimtek.

Hadir sebagai narasumber adalah Rina Rahayu Diningsih, SF, Apt, Rr. Tri Novitarini, S.TP dan Etik Romdiyah, S.Farm, Apt, pakar dibidang masing-masing. Acara dibuka oleh Kepala Sekolah, Sri Sayekti, S.Pd., M.Pd.

Wakil Kepala bidang Humas, Jatmiko  berharap agar kantin sekolah sehat  mendapatkan predikat bintang. Partisipasi semua pihak memungkinkan kantin sekolah mampu memberikan kontribusi positif bagi pemenuhan kebutuhan pangan yang aman dan bermutu serta menunjang kebutuhan gizi bagi pertumbuhan anak sekolah.

Menurutnya penataan kantin yang baik akan berdampak positif pada pembiasaan karakter peserta didik, sehingga seluruh pemangku kepentingan bisa meningkatkan koordinasi secara sinergi dan kontinyu serta memberdayakan.

“SDM 1 Ketelan, Sekolah Pendidikan Karakter Berbasis TIK dan Budaya, sehingga seperti karakter hidup bersih dan sehat, budaya antri, dan 5 karakter utama bisa tercapai dengan baik, mulai sisi religius, nasionalime, integritas, gotong royong dan mandiri, terima kasih kepada kepala Loka POM Bagus Heri Purnomo, S.Si, A.pt yang telah mengirim nara sumber, Pangan aman itu apa? aman dari bahaya biologis, fisik dan kimia
pengetahun sama dengan pencegahan,” ucapnya. (Kamis, 31/1/2019).

Materi yang disampaikan dalam kegiatan ini meliputi keamanan pangan di kantin sekolah,  piagam bintang kemanan pangan kantin sekolah, evaluasi karyawan kantin sekolah, lima kunci keamanan pangan untuk sekolah, lima kunci keamanan pangan WHO, audit internal kantin sekolah, monev hasil audit kantin sekolah, dan pemutaran vidio.

Rina Rahayu Diningsih, SF, Apt mengatakan mengapa pelatihan keamanan pangan diperlukan? Keamanan pangan adalah tanggung jawab bersama, Pengetahuan keamanan  pangan dapat membantu komunitas sekolah mencapai persyaratan peraturan dan membantu kantin sekolah memahami bagaimana mempertahankan persyaratan tersebut.

“Persyaratan memperoleh PBKPKS, di antaranya telah memiliki sertifikat Laik Sehat/Higiene Sanitasi dari Dinkes setempat, Pengelola kantin telah mengikuti Bimtek PBKP Kantin Sekolah, Telah membentuk Tim Keamanan Pangan Sekolah (TKPS), Hasil audit sarana kantin sama dengan atau lebih dari 80 % memenuhi syarat, dan Dokumentasi lengkap mulai dari Sertifikat mengikuti bimtek PBKP kantin sekolah, Rekaman evaluasi karyawan, Rekaman pelatihan internal PBKP, Rekaman audit internal kantin sekolah, serta Rekaman tindak lanjut temuan,” tandas Rina.

Humas Jatmiko.

A. Dahlan Rais Hadiri Peluncuran Lagu Murattal Muhammadiyah Solo

Jumat, 01 Februari 2019 | 02.00.00


sdmuh1solo.com,- Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang membidangi Konsolidasi Organisasi dan Kaderisasi Drs. H. A. Dahlan Rais, M.Hum ikut meramaikan Closing Pelatihan Tahsin Tilawah (PTT) gelombang 1 dan peluncuran lagu murattal Perguruan Muhammadiyah yang didukung LTQ an Nashru Panularan Kota Surakarta pimpinan ustaz A.M. Husni Tamrin, SIQ., M.SI.

Acara berlangsung di gedung Dakwah Balai Muhammadiyah Kota Surakarta, Kamis, (31/1/2019) Selain dihadiri ketua majelis dikdasmen Drs. H. Tridjono bersama jajarannya, 44 kepala sekolah, 63 guru Ismuba SD, 33 SMP/MTs, 25 SMA/MA, SMK, perwakilan 16 pelajar, PCM dan sejumlah tamu undangan.

Drs. H. Tridjono, mengatakan apa yang dinginkan orang tua ketika memasuki Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), Salah satunya adalah salatnya tertib tanpa dioyak-oyak atau diingatkan dan mampu membaca al Qur’an dengan baik dan benar sesuai tajwid atau mujawwad.

"Dalam rangka mensikapi keinginan masyarakat, maka SDM kita utamakan, kita coba, kita proses, kegiatan pelatihan tahsin tilawah sebanyak 40 kali walaupun hari libur tetap masuk, tugas guru mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik, di balik siswa yang hebat terdapat guru yang hebat juga," ucap Tridjono di Solo, Kamis, 31/1/2019.

Tampak hadir di antaranya Majelis Pembina Kesehatan Umum dan Pelayanan Sosial (MPKU dan PS) Mas Ahmad Dimyati, BA, Drs. H. Muqorrobin, Drs. H. Noor Hadi Thohir, Drs. H. Supraptono, M.Pd, Abdul Hakam Faruq, S.HI., M.Ag, Tenang Pranta, S.Pd., M.Pd, Drs. H.Yatimun serta Drs H Ichwan Dardiri.

“ISMUBA kepanjangan dari Al Islam, Kemuhammdiyahan dan Bahasa Arab sudah dipertimbangkan dari segi bahasa Arab, di majelis ada ahlinya salah satunya Drs. H. Muqorrobin, Pimpinan Daerah Muhamamdiyah menyambut baik ide ini, gagasan ini, untuk mempunyai satu warna, Muhammadiyah awal pergerakannya membumikan, mengkaji al Qur’an dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari, maka memperbaguskan suara dalam membaca Al-Quran perlu dengan suara yang indah dan merdu, lebih-lebih Al-Qur’an, akan lebih menyentuh dan menambah kekhusyukan hati serta menarik perhatian untuk didengar, sehingga pesan-pesannya lebih mudah diterima, Di antara nada dan irama (naghamât) yang sangat populer yaitu Bayati, Shaba, Sikah, Jiharkah, Hijaz, Rost dan Nahawand, Hiasilah al-Quran dengan suara kalian. (HR. Ahmad),” ungkap Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Surakarta Drs. KH. Subari, yang juga ketua MUI Solo saat memberikan pencerahan.

A Dahlan Rais mengapresiasi peluncuran murattal Al-Quran lagu nahawand, Menurut dia, Ini sebuah langkah maju dan sangat positif. Ia menilai bagaimana pembelajaran al Qur’an itu kemudian memperoleh bentuknya dan ini akan memberikan dampak yang positif.

"Karena kemudian hanya sekedar membaca tapi kemudian ada nilai seninya, nilai keindahannya," ucapnya.

Ditambahkan, Sekretaris panitia PTT yang sehari-hari beramal shaleh menjadi Waka Humas SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta , Jatmiko berharap program ini menjadi pusat keunggulan, keunikan dan kebermajuan yang muaranya pelajar Muhammadiyah berdaya di era industri 4.0 semakin gemar 5 M (membaca, menterjemahkan, memahami, mengamalkan dan mesyiarkan) khususnya umat Islam dan warga Muhammadiyah.

“Semoga lagu nahawand menjadi primadona, sesuai standar tajwid, tadi acara di awali menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, Sang Surya, penyerahan syahadah PTT, ulasan general study lagu nahawand, dan pencerahan internalisasi gerakan Muhammadiyah,” ujarnya

Siswa SDM 1 Ketelan Serbu Museum Radyapustaka Surakarta

Rabu, 30 Januari 2019 | 02.30.00


sdmuh1solo.com,- Sebanyak 136 siswa kelas 2A, B, C dan D dan 4 guru pendamping SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta mengadakan kegiatan kunjungan pembelajaran di luar kelas ke Museum Radyapustaka yang berdiri 28 Oktober 1890 di masa pemerintahan Pakubuwono X.

Kegiatan ini merupakan sebagian dari pembelajaran tema ke-5 sub tema 4 yakni “pengalamanku di tempat wisata”.

”Tujuan dari kegiatan ini ada 5 hal, yaitu memperkenalkan tempat wisata Museum Radya Pustaka, mengamati dan meneliti, melakukan proses belajar mengajar secara langsungterhadap sumber belajar, menciptakan kondisi dan nuansa belajar yang lain dari biasanyayang berlangsung di sekolah, dan mengajarkan siswa untuk berinteraksi langsung pada lingkungan sebagai sumber belajar,” ujar Kustinah Purwani, S.Pd, Rabu (1/30/2019).

Selanjutnya, saat siswa berada dilokasi karena rasa ingin tahunya yang demikian besar membuat  para peserta didik tidak sabar untuk menyusuri setiap sudut museum,  tak sedikit dari mereka pun berebut untuk bertanya salah satu petugas museum ibu Windi, sambil mengamati.

Lebih uniknya di museum banyak kita temukan barang-barang kuno. Koleksi yang dimiliki museum ini terdiri dari 121 buah benda cagar budaya dari batu, 228 buah keramik, dan 249 buah perunggu.

Dan juga,  ada pula beragam 481 wayang, seperti wayang kulit, wayang purwa, dan wayang Thailand. Koleksi mata uang kuno, seperangkat gamelan, dan naskah-naskah kuno yang disimpan rapi di perpustakaan.

Museum ini juga memiliki koleksi senjata, seperti senapan, tombak, keris, pedang, belati, perisai, anak panah, buku sastra, jam big bend, dan mesin ketik huruf jawa.

Lokasi nyaman dan suasana sejuk membuat siswa menikmati peninggalan sejarah tersebut. Siswa nampak terlihat serius menyimak dan menuliskan catatan di bukunya.

Paris salah satu siswa kelas IIA, Ia mengungkapkan, sangat senang mengikuti kegiatan ini. Karena bisa berlajar sekaligus rekreasi.

”Yang paling menyenangkan saya dapat kesempatan melihat benda-benda jaman dulu dan banyak macamnya. Kita bisa mempelajarinya, juga jangan lupa dirawat dan dihargai,” ungkapnya.
Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas, Sekolah Pendidikan Karakter Berbasis TIK Dan Budaya Jatmiko, mengatakan, Dengan berkunjung ke museum membuat kita mengenal sejarah dengan baik secara terarah, terukur dan berkesinambungan.

"Merupakan satu proses perjalanan bangsa. dari generasi yesterday, now, hingga tomorrow, itu merupakan satu rangkaian, dan kini kita harus menggerakkan dan memetik pelajaran sejarah, koleksi masterpiece luar biasa bagi generasi zaman now, mulai dari 400 buku jawa, canthik rajamala, tosan aji, wayang dan alat musik, arca batu, keramik, arca perunggu, miniatur ruang memorial, uang kuno dan perpustakaan," jelasnya.

Humas Jatmiko.

Begini Kepsek SDM 1 Ketelan Menjadikan Kantin Sehat Unggulan

Kamis, 24 Januari 2019 | 00.00.00


sdmuh1solo.com,- Di hadapan sebanyak 40 orang, terdiri dari unsur pengelola Kantin Sekolah SD/SMP Negeri dan Swasta, Orang Tua Murid, OSIS, SKPD Pemerintah Daerah, Akademisi, LSM dan media massa Sri Sayekti, S.Pd., M.Pd, kepala SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta memberi tips untuk menjadikan kantin sehat unggulan sekolah untuk mewujudkan ketersediaan beragam pangan bergizi, seimbang dan aman yang berperan mencerdaskan bangsa, Kamis (24/1/2019) kemarin.

Hal tersebut disampaikan Sayekti, sapaan akrabnya saat menjadi nara sumber di Hotel Indah Palace Jl. Veteran No. 284 Tipes, Serengan, Surakarta, Jawa Tengah atas undangan Yayasan Gita Pertiwi –Ecological Studies Programme- melengkapi prestasi atau capaian kota Solo sebagai Kota Cerdas kategori kota besar 2018 berdasarkan Index Kota Cerdas Indonesia (IKCI), bergabung dengan sejumlah kota besar di dunia dalam Pacta Milan, kota Solo sebagai Kota Cerdas Pangan (Food Smart City).

Sayekti menyampaikan rasa senang, hormat, dan bangga atas undangannya. Kepala SD yang telah membawa sekolahnya menjadi Sekolah Dasar Swasta Rujukan (SDSR) versi Kemendikbud RI dan berbagai prestasi baik lokal, maupun nasional itu kemudian membeberkan berbagai hal terkait tentang bagaimana manajemen kantin sekolah.

Perempuan berkerudung itu menjelaskan, bahwa program kantin sekolah bagian integral satu atap dari program sekolah secara keseluruhan, sehingga dikelola oleh tim yang mendapat SK dari kepala sekolah, memiliki program kerja, target, SOP yang baku, dan masuk kurikulum.

“Kantin SDM 1 Ketelan berdiri sejak tahun 2014, dibina oleh majelis dikdasmen PDM Solo, Dinas Pendidikan, Kesehatan, Puskesmas Stabelan, Ketahanan Pangan, BPOM dan bekerja sama dengan RS PKU Muhammadiyah Solo, Fakultas Kedokteran, Gigi  UMS, dan Stikes Aisyiah, dan kita harus punya sistem kontrol, bisa melaksanakan berbagai uji laborat mulai dari air, usap, makanan dan minuman serta uji komposisi gizi makanan yang dijual,” katanya.

Kemudian menurut Sayekti untuk mewujudkan kantin sehat memerlukan dukungan kepedulian, kebijakan maupun dana, untuk itu harus ada kerja sama yang harmonis antara sekolah, orang tua murid (komite), lingkungan masyarakat maupun pemerintah daerah.

“Program kantin sehat bukan program instan, diperlukan proses pembiasaan dan pembudayaan, keberhasilan program ini, bisa diketahui dengan menunjukkan tanda-tanda keberhasilan terutama diindikasikan dengan adanya pelayanan UKS yang prima, keberadaan kantin sehat yang diminati warga sekolah, PHBS terbangun, dan derajat kesehatan siswa sangat tinggi,” tambahnya.

“Tujuan dan manfaat pendirian kantin sehat, mampu meningkatkan proses pembelajaran sebagai indikasi sekolah sehat, memiliki ketahanan pangan dan kesehatan, menciptakan kondisi sekolah yang baik, tempat pembelajaran, penyadaran dan upaya menjaga kesehatan lewat penyediaan pangan yang beragam, bergizi, seimbang dan aman (B2SA), yang muaranya mengenalkan konsumsi pangan yang beragam, bergizi, seimbang dan aman sehingga membawa kepada keluarga keragaman konsumsi pangan,” pungkas perempuan asli Solo itu.

Humas Jatmiko.

Angkatan 69 Peduli dan Menebar Manfaat

Rabu, 23 Januari 2019 | 03.00.00


sdmuh1solo.com,- Tepat pukul 12.30 WIB, Sebanyak 15  orang alumni SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta angkatan 1969 gelar temu kangen silaturahmi 50 tahun, Rabu (23/1/2019).

Kemudian Alumni berkeliling menyalami para siswa dan menyaksikan hiburan Lagu rayuan kelapa, wayang minimalis “gara-gara 50 tahun”, karawitan wulanging jagad, tapak suci putera muhammadiyah, tari sluku-sluku batok dan one day in your life dipersembahkan Nabila alya sebelum naik ke lantai III yang telah disediakan.

Acara berlangsung di aula kelas VIA hingga VID, dihadiri kepala sekolah, waka kurikulum, kesiswaan, AIK, humas dan guru beserta sejumlah 156 siswa kelas VI.    

''Alumni merupakan model nyata hasil proses pendidikan, yang memiliki kualitas kepribadian dan kompetensi sehingga mencitrakan kualitas pendidikan sekolah yang meluluskannya, SD Muhamamdiyah 1  Ketelan Surakarta telah ditunjuk oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI menjadi Sekolah Dasar Swasta Rujukan,'' kata Sri Sayekti, Kepala SDM 1 Ketelan.

Dalam motivasi atau true story, Ir. H. Sholichul Hadi Ahmad Bakri M.Erg Ketua Yayasan Perguruan Tinggi Islam Batik Surakarta memberi pesan-pesan penting kepada peserta didik sekolah pendidikan karakter berbasis TIK dan budaya. Dia juga berbagi pengalaman sukses dalam meniti karirnya.

“5 soft-skills paling dibutuhkan era milenial, di antaranya Kreatifitas, Persuasi, Kolaborasi, Adaptasi, dan Manajemen Waktu, Karena itu suka atau tidak, siswa harus membiasakan diri, dan untuk itu ia harus mencari kesempatan untuk berlatih,” pesannya.

Saat ini, dalam bekerja diperlukan kemampuan merencanakan dan merancang, menulis dalam berbagai bahasa dan berbicara (presentasi). Berbagai hambatan seperti kesulitan menyusun bahan, design lay out, atau hambatan ketika berbicara (grogi, masalah kemampuan bicara), tidak bisa diatasi selain dengan pembiasaan.

Tak lupa ia bertanya pada para siswa, “Adakah yang ingin menjadi presiden, polisi, tentara, guru atau seperti Prof. Dr. Ing. H. Bacharuddin Jusuf Habibie?”

Untuk bisa menjadi seperti profesi yang disebut itu, Solichul HA. Bakri memberi resep. Jadilah umat islam yang memiliki kekayaan sehingga bisa membantu yang kurang mampu. Mukmin yang kuat itu ialah menjadi kaya hati, harta dan ilmu. Kaya dunia bukan diletakkan di hati tetapi di tangan karena dunia hanyalah tempat senda gurau, karena hanya kampung akhiratlah tempat yang terbaik (QS Al-An’am (6): 32).

Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassallam bersabda: Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allâh Azza wa Jalla dari pada Mukmin yang lemah; dan pada keduanya ada kebaikan (HR. Muslim No. 2664, HR Ahmad No. 370, HR Ibnu Majah No. 79, shahih).

“Man Jadda WaJada” -“Dimana ada kemauan, pasti disitu ada Jalan “ 5 hard-skills paling dicari pada era milenial, yaitu Komputasi awan (cloud computing), Kecerdasan buatan (artificial inteligence), Analisa sebab-akibat (analytical reasoning), Manajemen sumberdaya manusia (man-power management), UX Design,” ujarnya.

Dr. Ir. Rhina Uchyani F,MS., dosen di Fakultas Pertanian di Universitas Sebelas Maret Solo sejak tahun 1985 sampai sekarang, peran alumni dalam suatu lembaga sangatlah strategis.

"Saya bangga menjadi alumni SD Muh 1, teruslah belajar dan semnagat tidak malas adik-adikku, semoga selalu sehat dan berhasil yang sebentar lagi akan melaksanakan ujian, manfaatkan waktu, lulus dengan nilai yang terbaik," katanya.

Humas Jatmiko.


12 Program Unggulan SD Muh 1 Solo

Jumat, 18 Januari 2019 | 12.49.00


Sekolah Dasar Swasta Rujukan (SDSR) SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta, Jawa Tengah

Kualitas Guru ISMUBA

Sabtu, 12 Januari 2019 | 21.50.00


solopos, sabtu, 12/1/2019

Tenaga Pendidik dan Kependidikan di Surakarta dinilai harus bersiap diri untuk menghadapi dan beradaptasi terhadap revolusi industri 4.0. Hal itu mengemuka dalam Workshop Pendidikan dengan tema Pembelajaran Berkualitas di Era Revolusi Industri 4.0, di Hotel Sahid Jaya (Sukoharjo Room)  Jl. Gajah Mada 82 Solo,  Kamis (27/12/18).

Menurut waka humas,  Jatmiko,  kegiatan ini sebagai upaya terarah dan terukur memahamkan civitas akademika Sekolah Dasar Swasta Rujukan (SDSR)  SD Muhammadiyah 1 Ketelan terutama dan umumnya SD Muhammadiyah se-Kota Surakarta arti penting disrupsi sebagai fenomena, peluang dan tantangan di era disrupsi bagi pendidikan. 

"Terutama SD Muh 1 dan perguruan Muhammadiyah untuk mengambil peran dan fungsinya sebagai model pendidikan satu atap yang mencerahkan,  menggembirakan dan berkemajuan serta menemukan peluang di era ini, " katanya. 


Diungkapkan Kepala UPT Puskom Universitas Sebelas Maret,  DR. Sutanto,  S. Si.,  DEA,  saat menjadi pembicara,  manajemen yang paling rumit saat ini bukanlah rumah sakit akan tetapi lebih rumit lagi yaitu manajemen pendidikan,  karena tolok ukurnya selalu fluktuatif,  berubah setiap waktunya.

"diharapkan karakter yang dimuncul dari peserta didik,  yaitu berakhlaq mulia,  berkarakter utama, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi,  sehat,  dan peduli lingkungan hidup," ujarnya. 

Begitu pula apakah Higher -Order Thinking? Higher-order thinking termasuk menunjukkan pemahaman akan informasi dan bernalar bukan sekedar mengingat kembali/recall informasi. Higher order thinking tidaklah berarti soal yang lebih sulit daripada soal recall. 

Selanjutnya Sutanto mengatakan ada beberapa cara yang dapat dijadikan pedoman oleh para penulis soal untuk menulis butir soal yang menuntut berfikir tingkat tinggi,  yakni materi yang akan ditanyakan diukur dengan perilaku sesuai dengan ranah kognitif Bloom pada level analisis,  evaluasi dan mengkreasi,  setiap pertanyaan diberikan dasar pertanyaan stimulus dan soal mengukur kemampuan berfikir kritis. 

Sementara itu,  Ketua Majelis Dikdasmen Drs. H. Tridjono menganjurkan kepada kepala sekolah dan guru,  tenaga kependidikan serta driver untuk selalu memahami visi dan misi majelis. "Optimalkan potensi pimpinan,  meningkatkan peran dalam jaringan,  mengikutkan guru dalam kegiatan peningkatan kompetensi,  menciptakan branding sekolah dan pembinaan ukhuwah, "katanya. 

Disela-sela acara di serahkan 2 Piagam Penghargaan dari Direktur PSD  yang diwakili Ketua Majelis Tridjono dan diterima Kepala Sekolah Sri Sayekti,  S. Pd.,  M. Pd.

“SD Muhammadiyah 1 Kota Solo adalah SD yang dapat menjadi contoh bagaimana menciptakan suasana Pembelajaran yang Aktif, Interaktif, Kreatif, Inovatif dan Menyenangkan. Hal ini ditunjukkan ketika peserta didik SD Muhammadiyah 1 Solo ikut berpartisipasi mengisi acara Lomba Budaya Mutu yg diselenggarakan Direktorat Pembinaan SD, sangat luar biasa baik penampilan di bidang Seninya maupun Akademiknya. Maka Harmonisasi antara Olah Hati, Olah Rasa, Olah Pikir dan Olah Raga perlu  diimplementasikan pada setiap Satuan Pendidikan. Selamat dan Sukses untuk SD Muhammadiyah Kota Solo.,(Dr. Khamim, M.Pd, Direktur Pembinaan SD)

Humas Jatmiko.

Dokumentasi Humas

Prestasi

Kegiatan

 
Copyright © 2014. SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta - All Rights Reserved
Kembali ke Atas