solopos, sabtu, 12/1/2019

Sabtu, 12 Januari 2019 | 21.15.00

Tenaga Pendidik dan Kependidikan di Surakarta dinilai harus bersiap diri untuk menghadapi dan beradaptasi terhadap revolusi industri 4.0. Hal itu mengemuka dalam Workshop Pendidikan dengan tema Pembelajaran Berkualitas di Era Revolusi Industri 4.0, di Hotel Sahid Jaya (Sukoharjo Room)  Jl. Gajah Mada 82 Solo,  Kamis (27/12/18).

Menurut waka humas,  Jatmiko,  kegiatan ini sebagai upaya terarah dan terukur memahamkan civitas akademika Sekolah Dasar Swasta Rujukan (SDSR)  SD Muhammadiyah 1 Ketelan terutama dan umumnya SD Muhammadiyah se-Kota Surakarta arti penting disrupsi sebagai fenomena, peluang dan tantangan di era disrupsi bagi pendidikan. 

"Terutama SD Muh 1 dan perguruan Muhammadiyah untuk mengambil peran dan fungsinya sebagai model pendidikan satu atap yang mencerahkan,  menggembirakan dan berkemajuan serta menemukan peluang di era ini, " katanya. 


Diungkapkan Kepala UPT Puskom Universitas Sebelas Maret,  DR. Sutanto,  S. Si.,  DEA,  saat menjadi pembicara,  manajemen yang paling rumit saat ini bukanlah rumah sakit akan tetapi lebih rumit lagi yaitu manajemen pendidikan,  karena tolok ukurnya selalu fluktuatif,  berubah setiap waktunya.

"diharapkan karakter yang dimuncul dari peserta didik,  yaitu berakhlaq mulia,  berkarakter utama, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi,  sehat,  dan peduli lingkungan hidup," ujarnya. 

Begitu pula apakah Higher -Order Thinking? Higher-order thinking termasuk menunjukkan pemahaman akan informasi dan bernalar bukan sekedar mengingat kembali/recall informasi. Higher order thinking tidaklah berarti soal yang lebih sulit daripada soal recall. 

Selanjutnya Sutanto mengatakan ada beberapa cara yang dapat dijadikan pedoman oleh para penulis soal untuk menulis butir soal yang menuntut berfikir tingkat tinggi,  yakni materi yang akan ditanyakan diukur dengan perilaku sesuai dengan ranah kognitif Bloom pada level analisis,  evaluasi dan mengkreasi,  setiap pertanyaan diberikan dasar pertanyaan stimulus dan soal mengukur kemampuan berfikir kritis. 

Sementara itu,  Ketua Majelis Dikdasmen Drs. H. Tridjono menganjurkan kepada kepala sekolah dan guru,  tenaga kependidikan serta driver untuk selalu memahami visi dan misi majelis. "Optimalkan potensi pimpinan,  meningkatkan peran dalam jaringan,  mengikutkan guru dalam kegiatan peningkatan kompetensi,  menciptakan branding sekolah dan pembinaan ukhuwah, "katanya. 

Disela-sela acara di serahkan 2 Piagam Penghargaan dari Direktur PSD  yang diwakili Ketua Majelis Tridjono dan diterima Kepala Sekolah Sri Sayekti,  S. Pd.,  M. Pd.

“SD Muhammadiyah 1 Kota Solo adalah SD yang dapat menjadi contoh bagaimana menciptakan suasana Pembelajaran yang Aktif, Interaktif, Kreatif, Inovatif dan Menyenangkan. Hal ini ditunjukkan ketika peserta didik SD Muhammadiyah 1 Solo ikut berpartisipasi mengisi acara Lomba Budaya Mutu yg diselenggarakan Direktorat Pembinaan SD, sangat luar biasa baik penampilan di bidang Seninya maupun Akademiknya. Maka Harmonisasi antara Olah Hati, Olah Rasa, Olah Pikir dan Olah Raga perlu  diimplementasikan pada setiap Satuan Pendidikan. Selamat dan Sukses untuk SD Muhammadiyah Kota Solo.,(Dr. Khamim, M.Pd, Direktur Pembinaan SD)

Humas Jatmiko.
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Copyright © 2014. SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta - All Rights Reserved
Kembali ke Atas